MITRABERITA.NET | Badan Legislasi DPRK Aceh Besar bersama PDAM Tirta Mountala Aceh Besar meninjau langsung lokasi pembangunan Water Treatment Plant (WTP) Seulimuem di Gampong Seuneubok, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, Kamis (14/5/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus mempercepat proses administrasi pelepasan aset sebelum proyek strategis tersebut direalisasikan.
Ketua Banleg DPRK Aceh Besar, Ridha Hidayatullah, SHi., MH., mengatakan pihaknya ingin memastikan proses pengalihan aset dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kepada PDAM Tirta Mountala berjalan tuntas dan memiliki kepastian hukum yang kuat.
Menurut Ridha, saat ini DPRK Aceh Besar tengah mempersiapkan Rancangan Qanun (Raqan) terkait pelepasan aset tersebut dan ditargetkan segera memasuki tahap finalisasi.
“Kita ikut memastikan bahwa mengenai aset dari Pemkab ke PDAM ini clear. Kita di Banleg mendukung mengenai qanun,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepastian status aset menjadi hal penting agar pembangunan WTP tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Untuk itu, Banleg DPRK Aceh Besar berkomitmen menyelesaikan pembahasan regulasi tersebut dalam waktu dekat.
“Kita di Banleg siap membahas Raqan dan insyaallah masuk tahap finalisasi, minggu depan insyaallah selesai,” katanya.
Selain itu, DPRK Aceh Besar juga berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Kecamatan Seulimuem dan Kuta Cot Glie sebagai wilayah penerima manfaat proyek air bersih tersebut.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, Ir. Yusmadi, MM., menyampaikan apresiasi atas keseriusan anggota DPRK Aceh Besar yang tetap turun ke lapangan di tengah masa libur.
Menurut Yusmadi, pembangunan WTP Seulimuem merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat di Kecamatan Seulimuem, Kuta Cot Glie, dan wilayah sekitarnya. Fasilitas tersebut nantinya akan melayani sekitar 4.000 sambungan rumah dengan kapasitas distribusi air mencapai 40 liter per detik.
“WTP Seulimuem ini merupakan hajat hidup orang banyak di wilayah Kecamatan Seulimuem, Kuta Cot Glie dan sekitarnya,” katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan WTP tersebut didukung anggaran APBN aspirasi anggota DPR RI sebesar Rp47 miliar dan akan dibangun di atas lahan seluas 3.300 meter persegi.
Karena itu, PDAM Tirta Mountala berharap dukungan penuh dari masyarakat selama proses pembangunan berlangsung agar proyek tersebut berjalan lancar tanpa hambatan.
“Kita mohon nanti masyarakat di sini membantu pada saat pembangunan jangan ada kendala apapun, karena ini merupakan uang dari pusat yang cukup besar yaitu Rp47 miliar,” kata Yusmadi.
Peninjauan lapangan itu turut dihadiri anggota DPRK Aceh Besar, yakni Zulfikar. SH., MKn; Tgk. Irfan Siddiq, SPd; Maulana Akbar; Dr. Yusran Yunus, SPd.I., MA; H. Syahrizal, S.Kom; dan Muslim.
Dari pihak PDAM Tirta Mountala Aceh Besar hadir Direktur Umum Devid Zainal, SE., dan Direktur Teknis Ir. Salman, ST., MSi. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kabag Ekonomi dan Sumber Daya Alam Aceh Besar, Darwan Asrizal, SE., MT., serta Kasubsi Datun Kejari Aceh Besar Haris Akbar. []






















