MITRABERITA.NET | Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Aceh. Empat putra putri terbaik Aceh berhasil lolos mengikuti kegiatan Persiapan Keberangkatan (PK) beasiswa LPDP tahun 2026 yang diselenggarakan di Lanud Halim Perdanakusuma.
Kegiatan ini merupakan tahapan strategis yang wajib diikuti oleh seluruh penerima beasiswa sebelum melanjutkan studi ke perguruan tinggi tujuan, baik di dalam maupun luar negeri.
Keempat awardee tersebut menunjukkan capaian akademik dan dedikasi yang tinggi dalam bidang masing-masing. Putroe Ilmia, yang berasal dari Aceh Besar, akan melanjutkan studi pada program Master of Education in Early Childhood Education di Monash University, Australia.
Sementara itu, Nabila Ariiqah asal Banda Aceh akan menempuh pendidikan pada program Master of Educational Psychology di Victoria University of Wellington, New Zealand.
Dari wilayah Sigli, Pidie, Muhammad Rafif Harziwi berhasil memperoleh kesempatan melanjutkan studi Magister Manajemen Farmasi di Universitas Gadjah Mada. Adapun M. Akbar Ichtiar, yang berasal dari Meulaboh, Aceh Barat, akan menempuh studi Master of Business Administration (Leadership and Enterprise) di The University of Sydney.
Dalam kesempatan tersebut, salah satu awardee, Putroe Ilmia, menyampaikan rasa syukur dan harapannya atas kesempatan yang diperoleh. Ia mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam program ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga bentuk tanggung jawab untuk berkontribusi bagi daerah.
“Saya merasa sangat bersyukur dan bangga dapat menjadi bagian dari awardee LPDP November 2025 lalu hingga bisa mengikuti PK tahun 2026. Ini bukan hanya tentang melanjutkan studi ke luar negeri, tetapi juga tentang bagaimana saya dapat kembali dan memberikan dampak nyata bagi pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini di Aceh,” ujarnya kepada media, pada Senin (4/5/2026).
Pelaksanaan PK LPDP bertujuan untuk membekali para awardee dengan kesiapan komprehensif sebelum menjalani studi, mencakup aspek akademik, adaptasi lintas budaya, serta penguatan karakter dan wawasan kebangsaan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun jejaring strategis antar penerima beasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Keberhasilan keempat putra-putri Aceh ini mencerminkan tingginya kualitas sumber daya manusia daerah Aceh yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Diharapkan, setelah menyelesaikan pendidikan, mereka dapat kembali dan berkontribusi secara nyata dalam pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Capaian ini sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memanfaatkan peluang pendidikan yang tersedia guna mewujudkan masa depan Aceh dan Indonesia yang lebih baik.
Editor: Redaksi






















