MITRABERITA.NET | PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersama PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM) tancap gas memperkuat industri bullion emas nasional melalui sinergi strategis yang berfokus pada pengembangan ekosistem emas terintegrasi dan digital.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengembangan layanan produk emas dan kolaborasi bisnis yang digelar di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Kerja sama ini menjadi tonggak baru dalam memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas yang lebih modern, aman, dan mudah dijangkau.
Kolaborasi BSI dan ANTAM bukan sekadar kelanjutan kerja sama, melainkan ekspansi agresif dari sinergi yang telah terjalin lebih dari satu dekade.
Upaya ini sekaligus mendukung agenda besar pemerintah dalam memperkuat peran bullion bank dan mendorong monetisasi emas sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menegaskan bahwa momentum ini menjadi titik akselerasi bisnis emas BSI, terutama setelah bank tersebut mengantongi izin sebagai bullion bank.
“Bisnis emas BSI tumbuh sangat pesat, baik melalui layanan bullion maupun produk cicil dan gadai emas. Sinergi dengan ANTAM menjadi fondasi utama karena sebagian besar emas yang kami distribusikan merupakan produksi ANTAM,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, kedua BUMN sepakat memperluas kolaborasi yang mencakup perdagangan emas fisik Logam Mulia (LM) berbasis digital, penguatan jaringan distribusi ritel, hingga sinergi dalam pemasaran dan edukasi literasi investasi emas kepada masyarakat.
Data menunjukkan, sepanjang 2025, BSI menyerap lebih dari 60 persen penjualan emas ANTAM pada kategori pihak berelasi, serta sekitar 11 persen dari total keseluruhan penjualan emas ANTAM. Hal ini mencerminkan kuatnya posisi BSI sebagai mitra strategis dalam distribusi emas nasional.
Di sisi lain, pertumbuhan bisnis emas BSI juga menunjukkan tren signifikan. Jumlah nasabah layanan bullion mendekati 1 juta dengan pertumbuhan mencapai 658 persen secara tahunan. Sementara itu, nasabah produk cicil emas telah melampaui 565 ribu dengan pertumbuhan 54,67 persen hingga Maret 2026.
Direktur Komersial ANTAM, Handi Sutanto, menyatakan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat rantai pasok emas nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas yang aman dan terpercaya.
“Sebagai produsen emas logam mulia, ANTAM berkomitmen memastikan ketersediaan pasokan emas berkualitas serta memperkuat distribusi melalui kemitraan strategis,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pada 2025 ANTAM mencatat produksi emas sekitar 743 kilogram dengan volume penjualan mencapai lebih dari 37 ton. Capaian tersebut mencerminkan tingginya permintaan pasar domestik serta peran strategis ANTAM dalam memenuhi kebutuhan emas nasional.
Ke depan, ANTAM memandang kolaborasi lintas sektor sebagai kunci dalam mendorong monetisasi emas secara optimal, sekaligus memperkuat posisi emas sebagai instrumen investasi yang relevan di tengah dinamika ekonomi global.
Sinergi BSI dan ANTAM juga diharapkan mampu mempercepat terbentuknya ekosistem emas nasional yang terintegrasi, mulai dari sisi produksi, distribusi, hingga akses layanan keuangan berbasis emas.
Selain itu, kerja sama ini menegaskan komitmen kedua perusahaan dalam mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), sekaligus memastikan seluruh implementasi berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
Dengan langkah ini, BSI dan ANTAM tidak hanya memperkuat industri bullion nasional, tetapi juga membuka jalan bagi transformasi investasi emas di Indonesia menuju era digital yang lebih inklusif dan berdaya saing global.
Editor: Redaksi






















