EKONOMI & BISNISNASIONAL

SKK Migas Dukung Sumur Minyak Rakyat Sojomerto, Siap Produksi 800 Barel per Hari

×

SKK Migas Dukung Sumur Minyak Rakyat Sojomerto, Siap Produksi 800 Barel per Hari

Sebarkan artikel ini
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan perkembangan signifikan dari pengelolaan sumur masyarakat di Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Foto: Ruang Energi

MITRABERITA.NET | Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu minyak dan gas (migas) nasional. Pemerintah melalui SKK Migas melaporkan perkembangan signifikan dalam pengelolaan sumur minyak masyarakat di Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa langkah strategis telah dilakukan melalui penandatanganan berita acara produksi antara Koperasi Karya Energi Nusantara (KEN), perwakilan penambang sumur masyarakat, serta pemerintah desa setempat.

Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam proses legalisasi sekaligus optimalisasi produksi minyak rakyat, yang selama ini menjadi bagian dari potensi energi nasional yang belum sepenuhnya tergarap.

“Ini adalah langkah konkret dalam mendorong keterlibatan masyarakat dalam sektor energi nasional secara legal, terstruktur, dan berkelanjutan,” ujar Djoko dalam laporannya, seperti dilansir ruangenergi.com.

Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh jajaran Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, tim Satgas Sumur Masyarakat, serta perwakilan Pertamina yang melakukan verifikasi langsung di lapangan.

Dari total 273 sumur yang dilaporkan, sebanyak 203 sumur telah berhasil diverifikasi hingga 27 Maret 2026. Proses ini masih terus berjalan dengan melibatkan konsultan independen guna memastikan akurasi data serta kepatuhan terhadap standar operasional.

Menariknya, hasil peninjauan menunjukkan bahwa kegiatan produksi berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan. Tidak ditemukan indikasi pencemaran, bahkan lahan di sekitar sumur tetap produktif dengan tanaman jagung yang tumbuh subur.

Metode produksi yang digunakan masyarakat tergolong sederhana namun efektif, yakni menggunakan pompa listrik. Kualitas minyak yang dihasilkan pun dinilai cukup baik, dengan kandungan air yang sangat minim.

Sebagai bagian dari tahapan standar, Pertamina telah mengambil sampel minyak untuk diuji di laboratorium sebelum nantinya disalurkan ke fasilitas pengolahan terdekat.

Ke depan, Pertamina akan mengajukan dokumen resmi kepada SKK Migas untuk mendapatkan persetujuan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sebagai syarat sebelum penandatanganan kontrak kerja sama dengan koperasi.

Di sisi lain, koperasi juga didorong untuk mempersiapkan aspek logistik dan keselamatan, termasuk penggunaan mobil tangki berstandar Euro-4 serta sertifikasi pengemudi, guna menjamin distribusi yang aman dan sesuai regulasi.

Dengan potensi produksi mencapai 800 barel per hari (BOPD), sumur masyarakat di Sojomerto diyakini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan lifting nasional.

Penguatan peran sumur rakyat sendiri sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengoptimalkan potensi energi domestik. Bahkan, SKK Migas sebelumnya mencatat potensi produksi dari sumur masyarakat bisa mencapai puluhan ribu barel per hari jika dikelola secara optimal dan legal.

“Mohon doa dan dukungan semua pihak. Insya Allah dalam waktu dekat minyak dari sumur masyarakat ini sudah bisa mulai disalurkan ke fasilitas Pertamina dengan aman dan selamat,” ujar Djoko.

Langkah ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat dalam membangun kemandirian energi nasional dari tingkat desa, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

Editor: Redaksi

Media Online