MITRABERITA.NET | Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal secara resmi membuka kegiatan Dialog Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh di Gedung Mawardy Nurdin, Selasa (3/3/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Memperkuat Moralitas Umat dalam Mewujudkan Banda Aceh Kota Kolaborasi.”
Dialog Ramadan ini diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari para da’i, muhtasib gampong, organisasi kemasyarakatan, organisasi kemahasiswaan, majelis taklim, hingga aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.
Dalam sambutannya, Illiza mengajak seluruh peserta memanfaatkan bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk memperbanyak amal ibadah serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.
“Jika kita ingin belajar dan menuntut ilmu pada bulan Ramadan, maka pahalanya dilipatgandakan. Manfaatkan kegiatan dialog ini untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya,” ujar Illiza di hadapan para peserta.
Menurutnya, Dialog Ramadan merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Banda Aceh setiap tahun yang bertujuan memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus membangun kesadaran moral di tengah masyarakat.
Pada tahun ini, kegiatan dialog berlangsung selama enam hari dengan menghadirkan sejumlah pemateri yang membahas berbagai tema keislaman, mulai dari fiqih ibadah hingga penguatan nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Pemerintah Kota Banda Aceh berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana edukasi sekaligus pengingat bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah selama bulan suci Ramadan.
“Dengan semangat kebersamaan, kita berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” kata Illiza.
Pada hari pertama kegiatan, materi disampaikan oleh ulama Fakhruddin Lahmuddin yang membahas tentang fiqih puasa. Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif dan sesi tanya jawab antara pemateri dan peserta.
Dalam ceramahnya, Fakhruddin menekankan pentingnya mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat serta memperbanyak amal saleh selama hidup di dunia.
“Kita harus bangga terlahir dalam Islam dan bersyukur menjadi mukmin di negeri yang menerapkan syariat. Mukmin yang paling cerdas adalah yang paling banyak mengingat kematian,” ujarnya.
Melalui kegiatan Dialog Ramadan ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap nilai-nilai moral dan spiritual masyarakat semakin kuat, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan sosial masyarakat kota tersebut. []






















