MITRABERITA.NET | Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan nasional, tetapi juga mengguncang pasar global. Penghentian impor beras oleh Indonesia tercatat menekan permintaan internasional dan menyebabkan harga beras dunia anjlok tajam.
Harga beras global dilaporkan turun dari sekitar USD 660 per metrik ton menjadi USD 368 per metrik ton, atau merosot hingga 44,2 persen. Dampak ini menjadi bukti kuat besarnya pengaruh Indonesia sebagai salah satu negara konsumen beras terbesar di dunia.
Keberhasilan swasembada pangan ditopang oleh strategi peningkatan produksi yang masif dan terintegrasi. Pemerintah menggenjot intensifikasi melalui penggunaan benih unggul, pompanisasi, optimasi lahan, perbaikan irigasi, modernisasi pertanian, serta peremajaan alat dan mesin pertanian.
Terobosan besar juga dilakukan dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Terbitnya Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025 menyederhanakan 145 regulasi sekaligus menurunkan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi hingga 20 persen.
Selain itu, kebijakan agresif penyerapan gabah petani menjadi kunci keberhasilan. Perum BULOG ditugaskan menyerap gabah langsung di lapangan dengan skema any quality seharga Rp6.500 per kilogram.
Seperti dikutip situs resmi Kementerian Pertanian, kebijakan ini mendorong pengadaan beras tahun 2025 menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Dampaknya, cadangan beras pemerintah melonjak hingga rekor 4,2 juta ton pada Juni 2025, dengan stok terkini berada di kisaran 3,24 juta ton. Kondisi ini memperkuat stabilitas harga dan menjamin ketersediaan pangan nasional.
Indikator kesejahteraan petani pun menunjukkan tren positif. Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2025 tercatat sebesar 125,35, tertinggi sepanjang sejarah, dengan rata-rata NTP 2025 mencapai 123,26 atau rekor tertinggi dalam 33 tahun terakhir. Sektor pertanian juga mencatat pertumbuhan PDB sebesar 10,52 persen pada triwulan I 2025, tertinggi dalam 15 tahun terakhir.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan hasil sinergi nasional lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, TNI/Polri, BUMN pangan, asosiasi petani, hingga seluruh petani Indonesia.
Editor: Redaksi














