PERISTIWA

Sebulan Pascabanjir Bandang, Dua Nagari di Pesisir Selatan Sumbar Belum Tersentuh Alat Berat

×

Sebulan Pascabanjir Bandang, Dua Nagari di Pesisir Selatan Sumbar Belum Tersentuh Alat Berat

Sebarkan artikel ini
Nagari Limau Taba, Pesisir Selatan hingga kini belum tersentuh bantuan alat berat. Terlihat kondisi pascabencana, pada Rabu (24/12/2025). Foto: Kompas.com/Perdana Putra

MITRABERITA.NET | Sebulan pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, penanganan di sejumlah wilayah terdampak dinilai masih jauh dari optimal.

Seperti dilansir Kompas.com, hingga kini, dua nagari di Kecamatan Bayang Utara dilaporkan belum tersentuh bantuan alat berat, sehingga material banjir masih menutup akses jalan dan rumah warga.

Camat Bayang Utara, Darmadi, menyebutkan dua nagari yang belum mendapatkan bantuan tersebut yakni Nagari Pancuang Taba dan Nagari Limau Gadang. Kondisi ini menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh dan proses pemulihan berjalan sangat lambat.

“Dua nagari di Bayang Utara yaitu Pancuang Taba dan Limau Gadang hingga sekarang belum ada datang bantuan alat berat,” ujar Darmadi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (25/12/2025).

Di Nagari Limau Gadang sendiri, tercatat sebanyak 243 warga terdampak banjir bandang. Bahkan, satu kampung yakni Ngalau Gadang hingga kini masih terisolasi karena akses jalan belum bisa dilalui kendaraan roda empat.

Menurut Darmadi, keterisolasian wilayah tersebut disebabkan oleh jembatan yang putus serta material longsor berupa batu, kayu, dan lumpur yang menutupi badan jalan.

“Akses ke Ngalau Gadang memang terkendala akibat jembatan putus dan material longsor yang menutupi jalan,” jelasnya.

Sebagai langkah darurat, jembatan sementara dari papan telah dibangun. Namun, jembatan tersebut hanya bisa dilewati kendaraan roda dua, sehingga distribusi logistik dan mobilitas warga masih sangat terbatas.

“Jembatan darurat sudah ada, tapi hanya bisa dilewati sepeda motor. Sementara material longsor belum bisa dibersihkan karena belum ada alat berat,” tambah Darmadi.

Lambannya penanganan pascabencana ini menuai sorotan dari berbagai pihak. Novermal Yuska, tokoh masyarakat Pesisir Selatan yang juga anggota DPRD setempat, menyayangkan belum maksimalnya perhatian pemerintah terhadap wilayah Bayang Utara.

“Pemerintah sepertinya terfokus untuk Agam dan Padang. Padahal, Pesisir Selatan juga parah,” kata Novermal.

Ia menegaskan, keterlambatan penyaluran alat berat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat yang hingga kini masih kesulitan beraktivitas dan memulihkan kondisi lingkungan mereka.

“Ini sudah sebulan pascabencana, namun bantuan alat berat belum juga datang untuk Bayang Utara,” ujarnya.

Novermal berharap pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera memberikan perhatian serius kepada Pesisir Selatan, khususnya Kecamatan Bayang Utara, agar proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan maksimal dan masyarakat tidak terus berada dalam kondisi terisolasi.

 Editor: Redaksi

Media Online