MITRABERITA.NET | Program pendidikan yang digagas Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram) mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, karena dinilai sangat penting untuk meningkatkan pemahaman agama yang nantinya akan berdampak positif bagi generasi muda Aceh Besar.
Dukungan dan apresiasi tersebut bahkan datang dari pasangan rival politiknya pada Pilkada Aceh Besar tahun 2024 lalu, yaitu Tgk. H. Irawan Abdullah SAg MM, calon wakil bupati yang mencalonkan diri bersama Ir. Mawardi Ali.
“Kita patut memberikan apresiasi terhadap program Beut Kitab Bak Sikula yang digagas Syech Muharram, itu salah satu program untuk memadukan pendidikan nasional dengan pendidikan agama, sehingga komprehensif,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Karena menurutnya, banyak sekali lembaga pendidikan sekolah Formal tingkat SD, SMP dan SMA yang hanya mendominasi pendidikan nasional dan sangat minim pendidikan agama, apalagi membaca dan mempelajari Kitab Turast.
“Kami sangat mengapresiasi, dan berharap program ini betul-betul dilaksanakan dengan baik dan selalu dilakukan evaluasi, bukan hanya memastikan siswa siswi mampu membaca kitab, tetapi lebih penting lagi bagaimana siswa siswinya mempunyai pendidikan agama yang yang memadai untuk kebutuhan nilai-nilai ibadah baik untuk pribadi atau nilai-nilai ibadah menyangkut dengan kehidupannya di tengah masyarakat,” harapnya.
Menurutnya, program Beut Kitab Bak Sikula tersebut sangat patut mendapatkan apresiasi dan bahkan ia berharap program ini akan dilanjutkan di masa yang akan datang.
Mantan anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2019-2024 itu juga menegaskan bahwa pendalaman pemahaman terhadap nilai-nilai keagamaan tidak hanya dilakukan di sekolah resmi, tetapi juga harus berlanjut ke aparatur pemerintah.
“Aparatur pemerintah baik pada tingkat gampong, kecamatan bahkan tingkat provinsi sekalipun. Ini sebenarnya orang-orang yang diberikan mandat sebagai tokoh masyarakat, pemuka agama, Tuha Peut di gampong, tokoh di kecamatan, wajib memiliki pemahaman terhadap agama. Karena hal ini juga termasuk pada nilai-nilai keistimewaan dan kekhususan yang ada di Aceh, dan Aceh Besar sudah memulainya,” katanya.
Tgk Irawan Abdullah juga menegaskan dirinya sangat mendukung adanya program Beut Bak Kecamatan sebagai langkah positif untuk memastikan aparatur gampong, aparatur kecamatan dan tingkat setelahnya, memiliki pengetahuan yang memadai terhadap pendidikan agama.
“Dengan dibuatnya program pemerintah, tentu kita berharap pelaksanaannya akan terpadu, jadi dengan sendirinya harus ikut bersama-sama. Beda seandainya tidak ada instruksi dari Pemerintah, masyarakat hanya mencari sendiri-sendiri tanpa dukungan dan dorongan dari pemerintah,” pungkasnya. []






















