MITRABERITA.NET | Setelah lama tidak digelar dalam skala besar, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kemukiman se-Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh kembali menggema di halaman Masjid Jamik Baiturrahim Ulee Lheue.
Kegiatan yang dibuka pada Selasa (16/6/2026) malam dan akan berlangsung hingga 22 Juni 2026 mendatang itu menjadi ajang syiar Islam sekaligus wadah pembinaan generasi Qurani di Kecamatan Meuraxa.
Pembukaan MTQ berlangsung meriah dan dihadiri Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST, Camat Meuraxa, para Imum Mukim, keuchik, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dari berbagai gampong yang memadati lokasi acara.
Tahun ini, MTQ mempertandingkan lima cabang perlombaan, yakni Tilawatil Quran, Tahfiz Quran, Cerdas Cermat, Lomba Pidato, dan Lomba Adzan. Seluruh peserta merupakan perwakilan dari gampong dan mukim yang ada di Kecamatan Meuraxa.
Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Jamik Baiturrahim Ulee Lheue, H. Muharram Idris (Syech Muharram), dalam sambutannya mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sekaligus mengajak masyarakat menjadikan momentum hijrah sebagai sarana memperbaiki diri.
“Selamat Tahun Baru Islam. Mari kita berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlangsung karena mampu mempersatukan umat dari berbagai gampong dan mukim,” ujarnya.
Syech Muharram yang juga menjabat sebagai Bupati Aceh Besar menegaskan dirinya hadir dalam kapasitas sebagai Ketua BKM Masjid Jamik Baiturrahim. Pada kesempatan itu, Syech Muharram mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan keagamaan yang lama vakum kini kembali hidup dan mendapat sambutan antusias masyarakat.
“Kita ingin mengembalikan kegiatan seperti ini karena sudah lama hilang. Padahal Meuraxa memiliki sejarah panjang dalam melahirkan qari dan qariah yang berprestasi hingga tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional,” katanya.
Ia berharap melalui MTQ tersebut akan lahir generasi baru yang mampu mengharumkan nama Aceh. “Mudah-mudahan ke depan lahir qari dan qariah yang mampu mewakili Aceh di tingkat nasional bahkan internasional,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Syech Muharram juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu membangun Kecamatan Meuraxa dan menjaga warisan sejarah yang dimiliki kawasan tersebut, termasuk Masjid Jamik Baiturrahim yang menjadi simbol keteguhan masyarakat Aceh pasca tsunami 2004.
“Kita punya khazanah besar, Masjid Jamik Baiturrahim yang berada sangat dekat dengan laut namun diselamatkan Allah saat tsunami. Ini harus menjadi kebanggaan dan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan mengembangkannya,” harapnya.
Di akhir sambutannya, ia juga berpesan kepada dewan hakim agar memberikan penilaian secara objektif, adil, dan profesional kepada peserta MTQ, sehingga peserta terbaik benar-benar lahir dari proses kompetisi yang sehat.
Sementara itu, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST yang membuka acara secara resmi memberikan apresiasi atas terselenggaranya MTQ tingkat kemukiman tersebut. Menurutnya, kegiatan itu sangat membantu Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menyiapkan generasi Qurani dan memperkuat pembinaan tilawah.
“Ini sangat membantu Pemerintah Kota Banda Aceh. Saya mengapresiasi seluruh panitia dan masyarakat yang telah menghidupkan kembali MTQ di tingkat kemukiman,” katanya.
Irwansyah bahkan menyebut pembinaan yang dilakukan di tingkat kemukiman dan kecamatan menjadi langkah penting untuk meningkatkan prestasi Kota Banda Aceh di ajang MTQ mendatang.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Pembinaan harus dilakukan secara berjenjang. Meuraxa sudah memulai, sekarang kita akan tantang kecamatan lain untuk melakukan hal yang sama,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta dan warga.
Ketua DPRK Banda Aceh itu optimistis dengan pembinaan yang berkesinambungan, Banda Aceh mampu bersaing dan meraih prestasi lebih baik pada MTQ tingkat provinsi maupun nasional.
“Kita akan menghadapi MTQ tahun 2027 di Aceh Barat Daya. Insya Allah Banda Aceh harus mampu menjadi juara umum. Terlebih kita (Aceh) juga akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat nasional, sehingga persiapan harus dimulai dari sekarang,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Irwansyah berharap MTQ Tingkat Kemukiman se-Kecamatan Meuraxa tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan syiar Al-Qur’an, serta melahirkan generasi muda yang cinta Al-Qur’an dan siap mengharumkan nama daerah di berbagai tingkat perlombaan.[]








