MITRABERITA.NET | Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Aceh Besar Hj Rita Mayasari menghadiri kegiatan bakti sosial yang digelar Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Aceh Besar dalam rangka memperingati HUT ke-75 IBI di lapangan sepakbola Lamteungoh, Kecamatan Peukan Bada, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan International Day of the Midwife 2026 yang mengusung tema “Dunia Membutuhkan Lebih dari Sejuta Bidan, Bidan Indonesia Memperkuat Kepemimpinan Bidan dalam Pelayanan Kebidanan Berbasis Hak, Berpusat pada Perempuan dan Anak serta Siap Mengawal Generasi Emas 2045.”
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala DPPKB, PP dan PA Aceh Besar Drs. Fadhlan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar Rosa Andriani, S.ST, Camat Peukan Bada Salamuddin ZM, SE, Ketua Pengurus Daerah IBI Aceh Elvira Wahyuni, A.Md.Keb., SKM, Ketua Pengurus Cabang IBI Aceh Besar, serta ratusan anggota IBI Aceh Besar.
Dalam sambutannya, Hj Rita Mayasari menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar Ikatan Bidan Indonesia yang telah memasuki usia ke-75. Menurutnya, bidan merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu, bayi, dan keluarga.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Bidan Indonesia. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang selama ini diberikan kepada masyarakat. Teruslah menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, karena setiap pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan menjadi amal dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujar Rita.
Ia juga mengajak seluruh bidan untuk terus memperkuat semangat pengabdian dan bekerja sama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan demi melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Mari bersama-sama memberikan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya di Aceh Besar. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Bidan Indonesia, Bidan Aceh, dan secara khusus kepada seluruh bidan Aceh Besar yang terus mengabdi tanpa mengenal lelah. Tetap semangat menjalankan tugas mulia ini,” katanya.
Rita turut mengingatkan pentingnya membangun karakter dan akhlak generasi sejak dini. Menurutnya, selain kesehatan fisik, pembentukan akhlak yang baik menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi emas Indonesia 2045.
“Anak-anak kita harus tumbuh sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Karena akhlak merupakan pondasi utama dalam membentuk pribadi yang kuat dan menentukan masa depan bangsa yang lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Aceh, Elvira Wahyuni, A.Md.Keb., SKM, menegaskan bahwa bidan memiliki peran strategis sebagai koordinator dalam pendampingan keluarga, terutama dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak.
Namun, menurutnya, peran tersebut tidak dapat dijalankan sendiri sehingga membutuhkan dukungan lintas sektor, lintas profesi, serta seluruh elemen masyarakat.
“Peran bidan tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan lintas sektor dan lintas profesi agar pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak, dapat berjalan optimal. Kami juga berharap para bidan, terutama yang bertugas di desa, mendapat perlindungan dan dukungan sehingga mampu menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya.[]






















