DAERAH

SAPA Salurkan 225 Botol Madu untuk Anak-anak Terdampak Banjir di Aceh

307
×

SAPA Salurkan 225 Botol Madu untuk Anak-anak Terdampak Banjir di Aceh

Sebarkan artikel ini
Relawan Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban banjir di Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Tamiang, pada Selasa (30/12/2025). Foto: Dok. SAPA

MITRABERITA.NET | Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat terdampak bencana banjir dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke tiga kabupaten di Aceh, yakni Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Tamiang.

Aksi kemanusiaan ini berlangsung selama empat hari, mulai Sabtu hingga Selasa 30 Desember 2025, dengan titik keberangkatan dari Banda Aceh. Bantuan disalurkan langsung oleh Ketua Umum SAPA, Fauzan Adami, bersama tim relawan SAPA Peduli, menyusuri wilayah-wilayah terdampak banjir yang kondisinya masih memprihatinkan.

Beragam bantuan kebutuhan pokok disalurkan kepada masyarakat terdampak, di antaranya sembako, air minum, pakaian dan kain layak pakai, madu, makanan siap konsumsi, serta tenda darurat untuk hunian sementara warga yang kehilangan tempat tinggal.

“Alhamdulillah, selama empat hari perjalanan dari Banda Aceh hingga Aceh Tamiang, kami berhasil menyalurkan bantuan ke sejumlah titik terdampak. Di Pidie Jaya, bantuan disalurkan di Posko Meunasah Krueng, Kecamatan Meureudu, dan wilayah sekitarnya. Selanjutnya di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, hingga ke berbagai desa terdampak di Aceh Tamiang,” ujar Fauzan, Rabu, 31 Desember 2025.

Ia menjelaskan, distribusi bantuan dilakukan melalui posko-posko pengungsian maupun secara langsung kepada warga yang ditemui di lokasi terdampak dan sepanjang jalur banjir. Pendekatan ini dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan menyentuh warga yang membutuhkan.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, SAPA menyalurkan bantuan ke sejumlah desa, di antaranya Desa Tanah Terban, Kampung Dalam, Kampung Bundar, Kampung Air Tenang, Kampung Durian, serta desa-desa lain yang terdampak cukup parah.

Menurut Fauzan, kondisi lingkungan pascabanjir di Aceh Tamiang masih sangat mengkhawatirkan. Debu tebal akibat sisa material banjir mulai menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak.

“Kondisi di Aceh Tamiang masih sangat parah. Debu luar biasa, kami banyak menerima keluhan dari warga. Anak-anak mulai mengalami gangguan kesehatan, kulit gatal-gatal, dan batuk. Karena itu, antusiasme warga sangat tinggi saat mengetahui kami membawa madu,” jelasnya.

Dalam aksi kemanusiaan ini, SAPA menyalurkan sekitar 225 botol madu sejak dari Pidie Jaya hingga Aceh Tamiang. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk anak-anak karena dinilai mampu membantu menjaga daya tahan tubuh di tengah kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.

Selain kebutuhan pangan dan kesehatan, SAPA juga menyalurkan sejumlah tenda pengungsian yang diprioritaskan bagi keluarga dengan anak kecil yang kehilangan rumah akibat banjir. Tenda-tenda tersebut diharapkan dapat menjadi hunian sementara yang lebih aman dan layak.

Tak hanya itu, puluhan paket makanan siap konsumsi, termasuk roti dan air minum, turut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan harian warga di pengungsian.

“Semoga bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung aksi kemanusiaan ini, sehingga bantuan dapat sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” tutup Fauzan.

Editor: Redaksi

Media Online