NUSANTARA

Puluhan Tim Ramaikan Lomba Memasak Bubur Asyura dan Toet Apam di Dekranasda Aceh Besar

×

Puluhan Tim Ramaikan Lomba Memasak Bubur Asyura dan Toet Apam di Dekranasda Aceh Besar

Sebarkan artikel ini
Foto bersama pada pelaksanaan Lomba Masak Bubur Asyura dan Teut Apam dalam rangka peringatan Hari Asyura 10 Muharram 1448 Hijriah yang digelar Pemkab Aceh Besar di Kompleks Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (25/6/2026). Foto: MC Aceh Besar

MITRABERITA.NET | Sebanyak 34 tim ikut ambil bagian dalam lomba memasak Bubur Asyura dan Toet Apam yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam rangka menyambut 10 Muharram 1448 Hijriah atau Hari Asyura, di Komplek Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (25/6/2026).

Puluhan tim yang terdiri dari kategori TP PKK dan instansi pemerintah itu bersaing menampilkan keterampilan mengolah dua kuliner tradisional khas Aceh yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari peringatan Hari Asyura.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar juga telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp21,5 juta untuk para pemenang. Juara pertama menerima hadiah Rp3 juta, juara kedua Rp2,5 juta, juara ketiga Rp2 juta, harapan pertama Rp1,5 juta, harapan kedua Rp1 juta, dan harapan ketiga Rp750 ribu untuk masing-masing kategori.

Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, mengatakan lomba tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi upaya nyata Pemkab Aceh Besar dalam melestarikan tradisi dan warisan budaya masyarakat Aceh yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Tradisi Bubur Asyura dan Toet Apam merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Aceh. Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan warisan leluhur tersebut tetap hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Muharram Idris.

Menurutnya, peringatan Hari Asyura memiliki nilai religius sekaligus sosial yang sangat kuat. Selain menjadi momentum memperkuat silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Bupati Aceh Besar berharap lomba yang digelar tahun ini mampu membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap kuliner tradisional Aceh sekaligus menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda Aceh Besar.

“Melalui kegiatan ini kita ingin mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan tradisi daerah. Nilai kebersamaan, kekompakan, dan semangat berbagi yang terkandung dalam tradisi Bubur Asyura dan Toet Apam harus terus dipertahankan,” katanya.

Selain memperebutkan hadiah, setiap peserta juga diwajibkan menyiapkan 20 kotak hidangan yang terdiri atas 10 kotak Bubur Asyura dan 10 kotak Apam. Seluruh hidangan tersebut juga dibagikan kepada masyarakat yang hadir di lokasi kegiatan.

Menurut Bupati Muharram, pembagian makanan kepada masyarakat menjadi bagian penting dari pelaksanaan kegiatan karena sejalan dengan nilai sedekah dan kepedulian sosial yang melekat dalam tradisi Hari Asyura.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya menyaksikan perlombaan, tetapi juga ikut merasakan manfaat dan kebersamaan melalui hidangan yang dibagikan. Ini adalah wujud syukur sekaligus semangat berbagi yang menjadi ruh dari peringatan Hari Asyura,” ungkapnya.

Lomba Bubur Asyura dan Teut Apam tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu agenda budaya yang menarik perhatian masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen Pemimpin Aceh Besar dalam menjaga kelestarian tradisi lokal di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.[]

Media Online