MITRABERITA.NET | Pembinaan kader di Pelajar Islam Indonesia (PII) terus diperkuat melalui sistem pelatihan terstruktur yang menekankan pembentukan pelajar muslim berakhlak, cerdas, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Upaya itu diwujudkan melalui kegiatan Leadership Basic Training (LBT) yang digelar Pengurus Daerah PII Aceh Besar dan diikuti sekitar 80 peserta.
Kegiatan yang dipusatkan di SMP Negeri Darul Imarah ini berlangsung selama sepekan dan secara resmi dibuka oleh Ketua DPRK Aceh Besar, Abdul Muchti, dalam seremoni di Masjid Al Faizin Lampeuneurut, Kecamatan Darul Imarah, Sabtu (28/2/2026).
Dalam sambutannya, Abdul Muchti menegaskan bahwa kepemimpinan harus dibangun melalui pembinaan sejak dini. Menurutnya, PII merupakan organisasi yang telah terbukti melahirkan banyak pemimpin di berbagai bidang.
“PII ini adalah organisasi yang mampu mencetak kader pemimpin masa depan, buktinya saat ini banyak kader PII yang telah menjadi pemimpin,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat dan kesungguhan, karena keberhasilan tidak dapat diraih tanpa dukungan dan kerja sama dengan orang lain.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Keluarga Besar PII Aceh Besar, Carbaini, menegaskan bahwa kader PII diharapkan mampu menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat sekaligus menjadikan organisasi sebagai sarana untuk mendukung kesuksesan dalam studi.
“Kader PII harus mampu menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat, itu tujuan utama kita. Selain itu organisasi ini juga harus mampu menjadi sarana suksesnya study,” tuturnya.
Carbaini juga menyampaikan apresiasi kepada para keuchik serta masyarakat yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan, termasuk melalui partisipasi dalam penyediaan nasi umat bagi peserta.
Kegiatan pembukaan turut dihadiri Ketua PW PII Aceh, tokoh masyarakat, Keluarga Besar PII Aceh Besar, Ketua PGRI Aceh, MPD Aceh Besar, unsur Forkopimcam Darul Imarah, serta para keuchik setempat.
Melalui kegiatan ini, PII Aceh Besar berharap dapat mencetak kader pelajar yang militan, ideologis, rasional, dan moderat, dengan bekal materi keislaman, keorganisasian, serta wawasan kebangsaan untuk menghadapi tantangan masa depan. []
Editor: Redaksi


















