EKONOMI & BISNIS

Penjualan Emas BSI Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Lonjakan Harga Hingga 56 Persen

×

Penjualan Emas BSI Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Lonjakan Harga Hingga 56 Persen

Sebarkan artikel ini
Karyawan BSI sedang melayani nasabah. Foto: Humas BSI

MITRABERITA.NET | Tren kenaikan harga emas dalam satu tahun terakhir mendorong minat masyarakat terhadap investasi emas kian meningkat. Momentum ini turut diperkuat oleh kebijakan pemerintah dalam memaksimalkan potensi emas nasional melalui pengembangan bank emas (bullion bank), yang memudahkan masyarakat berinvestasi secara aman dan terjangkau.

Sebagai bank emas pertama di Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah mengantongi izin lengkap untuk perdagangan emas, penjualan emas, serta penitipan emas. Dengan dukungan regulasi tersebut, layanan bullion bank BSI menjadi salah satu yang paling komprehensif di Tanah Air.

Sejak diluncurkan pada 26 Februari 2025, harga emas bullion tercatat melonjak hingga 56,22 persen secara year to date (YtD). Kenaikan ini memberikan keuntungan signifikan bagi nasabah yang telah memanfaatkan layanan investasi emas BSI.

Investasi emas di BSI dilakukan secara digital melalui layanan Bank Emas yang terintegrasi dalam superapps BYOND by BSI. Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat bertransaksi emas secara real time selama 24 jam, dengan investasi awal yang sangat terjangkau, mulai dari kisaran Rp50 ribuan.

Melalui BYOND, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi, mulai dari membeli dan menjual emas, mentransfer emas antar pengguna, hingga mencetak emas fisik sesuai kepemilikan. Seluruh kepemilikan emas juga dijamin keamanannya karena emas fisik disimpan di smart vault milik bank, sehingga nasabah tidak perlu khawatir terhadap risiko kehilangan.

Selain layanan jual beli emas, BYOND juga menyediakan fasilitas cicil emas dan gadai emas. Skema cicil emas memungkinkan nasabah membeli emas dengan harga saat ini dan mencicil pembayarannya hingga lunas, sehingga memberikan fleksibilitas dalam perencanaan keuangan.

Direktur Distribution and Sales BSI, Anton Sukarna, mengungkapkan hingga Desember 2025, total penjualan emas BSI melalui BYOND telah mencapai 2,18 ton. Jumlah nasabah bullion bank BSI pun menembus 500 ribu orang, dengan mayoritas berasal dari kelompok usia 20–40 tahun, yang didominasi generasi Z dan milenial.

“Alhamdulillah, minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap investasi emas BSI terus meningkat. Layanan emas ini inklusif dan dapat diakses oleh semua kalangan,” ujar Anton.

Menurutnya, superapps BYOND tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi perbankan digital, tetapi juga dirancang sebagai ekosistem layanan keuangan dan gaya hidup islami yang terintegrasi. Melalui satu platform, nasabah dapat mengelola transaksi keuangan, investasi, hingga aktivitas sosial dengan mudah.

BSI juga terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar mulai menyadari pentingnya investasi emas sejak dini. Dengan modal kecil, emas dinilai sebagai instrumen investasi jangka menengah dan panjang yang relatif stabil.

“Emas cocok untuk berbagai tujuan keuangan, seperti perencanaan haji, pendidikan, maupun dana darurat karena sifatnya yang likuid dan mudah dicairkan,” tambah Anton.

Ke depan, BSI menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat transformasi digital dan menghadirkan inovasi berkelanjutan. Penguatan layanan melalui BYOND menjadi bagian dari strategi jangka panjang BSI untuk semakin dekat dengan nasabah sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Editor: Redaksi

Media Online