PEMERINTAHAN

Pemerintah Aceh Targetkan Sawah di Aceh Timur Pulih dan Siap Tanam Bulan Ini

×

Pemerintah Aceh Targetkan Sawah di Aceh Timur Pulih dan Siap Tanam Bulan Ini

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, S.IP., MPA, kembali turun langsung ke lokasi rehabilitasi lahan sawah di Gampong Matang Seupeng, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, pada Senin (6/7/2026). Foto: Adpim Setda Aceh

MITRABERITA.NET | Pemerintah Aceh terus berupaya mempercepat pemulihan sektor pertanian di daerah bencana pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kabupaten dan kota pada November 2025 lalu.

Pada Senin (6/7/2026), Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, S.IP., MPA, kembali turun langsung ke lokasi rehabilitasi lahan sawah di Gampong Matang Seupeng, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur.

Kunjungan tersebut untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan sesuai target sehingga para petani dapat segera kembali mengolah lahan dan memasuki musim tanam.

Dalam peninjauan itu, Sekda Aceh didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh T. Roby Irza, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia, Kepala Dinas Pengairan Aceh Erwin, Tim Khusus Gubernur Faisal Rizal, Kepala BBRMP Aceh Firdaus, serta sejumlah pejabat terkait.

Rombongan disambut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur Erwin Atlizar, unsur Muspika, perwakilan Pupuk Indonesia, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, dan Kelompok Tani Ie Seuneulhop.

Dalam laporannya, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia menyampaikan bahwa rehabilitasi sawah kategori rusak ringan seluas 6.304 hektare telah mencapai progres fisik sekitar 40 persen. Sementara itu, rehabilitasi sawah rusak sedang seluas 2.281 hektare telah mencapai 78 persen.

Secara keseluruhan, rehabilitasi sawah rusak ringan dan sedang yang ditangani melalui kolaborasi Kementerian Pertanian, Pemerintah Aceh, serta pemerintah kabupaten/kota telah menjangkau 40.988 hektare lahan pertanian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Timur, Erwin Atlizar, menjelaskan bahwa di lokasi peninjauan saat ini sedang dilakukan olah lahan seluas sekitar 30 hektare yang ditargetkan segera memasuki masa tanam.

Ia juga berharap dukungan Pemerintah Aceh untuk mempercepat pasokan air dari Daerah Irigasi Jambo Aye guna mengairi sekitar 350 hektare sawah di 12 desa yang tersebar di Kecamatan Simpang Ulim dan Pantee Bidari.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Sekda Aceh langsung menginstruksikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan untuk berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS).

Hasil koordinasi itu mendapat respons positif, di mana BWS menyatakan siap melakukan langkah-langkah darurat guna mempercepat pemenuhan kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat.

M. Nasir mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian beserta Satgas Pemulihan dan Rehabilitasi Pusat yang terus mendorong percepatan pemulihan sektor pertanian di Aceh. Menurutnya, kebangkitan sektor pertanian dan perikanan akan menjadi motor utama pemulihan ekonomi masyarakat setelah terdampak bencana.

“Pemerintah Aceh akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, penyuluh pertanian, kelompok tani, hingga unsur TNI agar seluruh program rehabilitasi dapat diselesaikan tepat waktu. Harapannya, mayoritas sawah yang telah direhabilitasi sudah dapat ditanami pada Juli tahun ini,” ujar M. Nasir.

Selain mengejar target rehabilitasi yang sedang berjalan, Sekda Aceh juga meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh untuk terus mengupayakan solusi terhadap sekitar 16.283 hektare sawah kategori rusak berat yang masih membutuhkan penanganan.

Ia optimistis, melalui sinergi seluruh pihak, lahan-lahan terdampak dapat dipulihkan secara bertahap hingga kembali produktif dan mampu mendukung ketahanan pangan Aceh.

Sebelum meninjau lokasi rehabilitasi sawah di Simpang Ulim, Sekda Aceh bersama rombongan juga meninjau jaringan irigasi di depan Kantor Camat Darul Falah.

Pada kesempatan tersebut, ia meminta Dinas Pengairan Aceh bersama kontraktor pelaksana mempercepat penyelesaian pekerjaan agar pasokan air segera mengalir ke areal persawahan sehingga petani dapat memulai musim tanam tanpa kendala.[]

Media Online