DAERAHDINAMIKA

Bea Cukai Lhokseumawe Setor Rp550 Miliar dan Amankan Jutaan Rokok Ilegal selama 2025

×

Bea Cukai Lhokseumawe Setor Rp550 Miliar dan Amankan Jutaan Rokok Ilegal selama 2025

Sebarkan artikel ini
Kepala Bea Cukai Lhokseumawe, Agus Siswadi. Foto: Humas Bea Cukai

MITRABERITA.NET | Bea Cukai Lhokseumawe mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan capaian penerimaan negara yang melampaui target serta penegakan hukum yang konsisten, meski sejumlah wilayah di Aceh menghadapi tantangan akibat bencana alam.

Sepanjang 2025, Bea Cukai Lhokseumawe berhasil membukukan penerimaan negara sebesar Rp550,19 miliar, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp460,53 miliar. Penerimaan tersebut berasal dari sektor bea masuk, bea keluar, dan cukai, yang seluruhnya menunjukkan tren kinerja yang solid.

Kepala Bea Cukai Lhokseumawe, Agus Siswadi, dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Rabu (14/01/2026), menyebut capaian tersebut mencerminkan komitmen institusinya dalam menjaga fungsi kepabeanan dan cukai tetap optimal di tengah situasi yang tidak mudah.

“Di tengah upaya pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Aceh, kami memastikan fungsi kepabeanan tetap berjalan guna menjaga penerimaan negara serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Agus.

Di bidang penegakan hukum, Bea Cukai Lhokseumawe mencatat 183 kali penindakan rokok ilegal sepanjang 2025 serta satu penindakan di bidang kepabeanan. Dari operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 4.207.934 batang rokok ilegal yang beredar tanpa pemenuhan ketentuan cukai.

Selain itu, Bea Cukai juga menyita lima unit kendaraan beserta suku cadang yang tidak dilengkapi dokumen kepabeanan yang sah. Penindakan ini menjadi bagian dari upaya melindungi penerimaan negara sekaligus menciptakan iklim usaha yang adil.

Agus menegaskan, penegakan hukum tetap dilakukan secara konsisten meski jajaran Bea Cukai turut terlibat dalam berbagai upaya dukungan pemulihan wilayah terdampak bencana.

“Kami berkomitmen menjalankan fungsi pengawasan dan pelayanan secara seimbang, baik dalam situasi normal maupun saat daerah menghadapi bencana,” jelasnya.

Editor: Redaksi

Media Online