MITRABERITA.NET | Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Swasembada Ketahanan Pangan Provinsi Aceh, Rasyidin, S.IP., M.I.P., terus berupaya memperkuat fondasi pertanian daerah lewat berbagai aksi nyata di lapangan.
Komitmen menjaga kedaulatan pangan di Tanah Rencong kini berada di tangan figur yang tepat. Rasyidin lahir dan besar dari keluarga petani. Ia paham betul seluk-beluk dan kepedihan yang kerap dialami para penanam padi.
Latar belakang tersebut yang membakar semangatnya untuk pasang badan membela hak-hak petani, mulai dari pelantikan pengurus daerah hingga pengawasan ketat terhadap distribusi hasil panen dan sarana produksi.
Dalam menjalankan misi strategis ini, Rasyidin berfokus pada tiga pilar utama. Pertama, stabilitas harga pupuk dan panen. Ia memastikan pupuk bersubsidi tersalurkan tanpa penyelewengan serta menjaga harga jual gabah di tingkat petani tetap stabil.
Kedua, Perlindungan Ekonomi Petani. Ia langsung pasang pagar ketat agar tengkulak atau pedagang membeli gabah sesuai standar kelayakan (minimal Rp8.000/kg) demi menjamin kesejahteraan petani.
Ketiga, oengawalan Program Nasional. Rasyidin menyeleraskan langkah daerah dengan kebijakan pusat, termasuk menyukseskan program pemenuhan gizi nasional di wilayah Aceh.
Salah satu target besar Rasyidin adalah mendorong transparansi penuh dalam penyaluran pupuk bersubsidi agar benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
Ia menggalang sinergi kuat dari tingkat kecamatan hingga provinsi, dengan ambisi menjadikan Kabupaten Aceh Utara sebagai proyek percontohan (pilot project) swasembada pangan di Aceh.
”Sebagai anak petani, saya paham betul dinamika di lapangan. Target kami jelas: petani sejahtera, pupuk aman, dan Aceh menjadi lumbung pangan yang tangguh,” kata Rasyidin, pada MITRABERITA.NET, Kamis (22/10/2026).
Penulis: Samsul Bahri
Editor: Redaksi








