MITRABERITA.NET | Bank Aceh bersama Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) memperkuat sinergi untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Aceh (PAA), terutama melalui peningkatan kinerja dan kontribusi Bank Aceh kepada Pemerintah Aceh.
Upaya tersebut mengemuka dalam rapat kerja Komisi III DPRA bersama Direksi Bank Aceh yang membahas optimalisasi PAA Tahun 2026 dari sektor dividen Bank Aceh sekaligus mengevaluasi perkembangan kinerja bank milik daerah tersebut.
Dalam pertemuan itu, Bank Aceh memaparkan perkembangan kinerja serta berbagai langkah strategis yang ditempuh untuk memperkuat pertumbuhan bisnis, meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan kontribusinya terhadap perekonomian serta pendapatan daerah.
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja sekaligus memberikan kontribusi optimal bagi Aceh.
“Bank Aceh merupakan bagian dari ekosistem perekonomian Aceh. Karena itu, peningkatan kinerja Bank tidak hanya menjadi kepentingan perusahaan, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah, termasuk melalui kontribusi terhadap Pendapatan Asli Aceh,” ujar Fadhil, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, sinergi dan komunikasi yang baik antara Bank Aceh, Pemerintah Aceh, dan DPRA menjadi bagian penting dalam memperkuat peran Bank Aceh sebagai bank milik daerah.
“Masukan dan perhatian dari Komisi III DPRA tentu menjadi bagian penting bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dan penguatan kinerja. Kami berharap sinergi ini dapat terus terjaga sehingga Bank Aceh semakin sehat, kompetitif dan mampu memberikan kontribusi yang semakin besar bagi pembangunan Aceh,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRA, Hj. Aisyah Ismail, menyampaikan pentingnya optimalisasi kinerja Bank Aceh agar kontribusinya terhadap pendapatan daerah dapat terus ditingkatkan. Upaya tersebut, kata dia, tetap harus berjalan dengan memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan keberlanjutan kinerja Bank.
Di sisi lain, Bank Aceh terus mendorong pengembangan bisnis dan peningkatan kualitas layanan. Salah satunya melalui penguatan transaksi valuta asing serta kesiapan menuju bank devisa sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis ke depan.
Dalam rapat tersebut, Komisi III DPRA menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Bank Aceh untuk mempercepat kesiapan menuju bank devisa.
Dukungan itu diharapkan dapat memperkuat kapasitas dan daya saing Bank Aceh sekaligus membuka peluang yang lebih luas dalam mendukung aktivitas ekonomi dan transaksi masyarakat Aceh.
Komisi III DPRA juga mendorong agar berbagai persiapan menuju bank devisa dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku, tata kelola, kesiapan sumber daya manusia, sistem, infrastruktur, serta manajemen risiko.
Sinergi antara Bank Aceh, Pemerintah Aceh, dan DPRA diharapkan terus diperkuat untuk mendorong kinerja Bank yang semakin baik, meningkatkan kontribusinya terhadap PAA, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh. []






















