MITRABERITA.NET | Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Selain kenduri dan ceramah agama, Pemerintah Gampong Leu Ue juga memberikan santunan kepada anak yatim.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Ahad (4/10/2026) tersebut menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
Peringatan Maulid di Gampong Leu Ue diawali dengan memasak kuliner khas Aceh, kuah beulangong. Hidangan tersebut dimasak bersama di kompleks kantor keuchik sebelum disajikan dalam makan siang bersama warga.
Suasana kebersamaan berlanjut pada sore hari melalui kenduri yang turut mengundang warga dari sejumlah gampong dan kawasan permukiman sekitar, di antaranya Gampong Punie, Gue Gajah, Ulee Tuy, Ulee Lueng Gendring, Kompleks Permata, dan Kompleks Bukit Permai.
Rangkaian kegiatan kemudian diisi dengan zikir dan ceramah agama pada malam hari yang menghadirkan penceramah Tgk. H. Musliadi. Pada kesempatan tersebut, santunan juga diserahkan kepada anak yatim setempat.
Penyerahan santunan dilakukan oleh Imum Meunasah Leu Ue Tgk. H. Marwan Ibrahim, Sekdes Setiawan Abdalla, Ketua Tuha Peut Gampong Leu Ue bersama anggota, masing-masing Tgk. H. Muhibbuddin Usman Daroy, Tgk. Raja, dan Tgk. H. Amin.
Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri, VE, ST, mengatakan peringatan Maulid tahun ini diisi dengan sejumlah kegiatan keagamaan dan sosial, mulai dari kenduri atau makan bersama, zikir, ceramah agama hingga santunan anak yatim.
“Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Aceh diimplementasikan dalam bentuk menggelar berbagai rangkaian kegiatan keagamaan. Ini juga sudah menjadi tradisi turun-temurun, demikian juga di gampong Leu Ue ini,” ujarnya.
“Yang paling esensi dari peringatan ini, bagaimana kita dapat mengimplementasikan anjuran dalam kehidupan pribadi kita sehari-hari, seperti mengikuti anjuran yang dibawa Rasulullah, sikap mental dan meneladani akhlak Rasulullah,” kata Keuchik Yusri.
Menurut Keuchik Yusri, peringatan Maulid juga memiliki makna sosial yang kuat. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat kekompakan, persatuan, persaudaraan, dan silaturahmi antarwarga.
“Maulid menjadi momen yang sangat tepat dalam meningkatkan semangat persatuan, kekompakan dan persaudaraan antarwarga, serta terwujudnya silaturahmi antarwarga yang lebih baik.”
Ia menyampaikan terima kasih kepada panitia, para pemuda, dan seluruh masyarakat Gampong Leu Ue yang telah berpartisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Menurutnya, dukungan dan kebersamaan masyarakat menjadi bagian penting sehingga prosesi peringatan Maulid di Gampong Leu Ue dapat berlangsung dengan baik dan penuh kebersamaan.
Editor: Redaksi






















