UTAMA

Rita Mayasari Hadir Membawa Harapan

×

Rita Mayasari Hadir Membawa Harapan

Sebarkan artikel ini
M. Nasir Amin (68) bersama istrinya, Radhiah Daud (57), berusaha tetap tersenyum dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas. Foto: Mitraberita

RUMAH sederhana di Perumahan IOM, Gampong Teureubeh, Kecamatan Kota Jantho, itu menyimpan cerita tentang perjuangan sebuah keluarga menghadapi hari-hari yang tidak selalu mudah.

Di rumah tersebut, M. Nasir Amin (68) menjalani masa tua bersama istrinya, Radhiah Daud (57), tetap selalu berusaha tersenyum meski dalam kondisi yang serba terbatas.

Dulu, Nasir masih mengandalkan pekerjaan sebagai buruh tani harian lepas untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun usia dan keterbatasan fisik membuat langkahnya mencari nafkah kini tidak lagi sekuat dahulu.

Di tengah keterbatasan itu, keluarga Nasir juga harus memberi perhatian lebih kepada anaknya Rahmatika (26), yang telah mengalami gangguan kesehatan sejak sekitar dua tahun terakhir.

Menurut penuturan Radhiah, kondisi Rahmatika diduga berkaitan dengan kekurangan kalsium berat berdasarkan diagnosis yang ia dapatkan dari RS Satelit dan RS Meuraxa.

Sejak itu, rumah sederhana mereka menjadi tempat Rahmatika menjalani hari-hari sekaligus mendapatkan perawatan dan perhatian dari keluarga.

Bagi Radhiah, merawat anak dalam kondisi sakit bukan perkara mudah. Ada kebutuhan pengobatan yang harus dipenuhi, sementara kemampuan ekonomi keluarga sangat terbatas.

Namun, kehidupan harus tetap berjalan. Di antara kebutuhan untuk merawat Rahmatika, keluarga ini juga masih berusaha memastikan pendidikan putri bungsu mereka, Intan Maisarah, tetap berlanjut.

Nasir dan Radhiah pun harus membagi kemampuan yang ada untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mendampingi anggota keluarga yang sakit, sekaligus menjaga agar harapan pendidikan anak tidak terputus.

Perjuangan keluarga itu sebelumnya juga mendapat perhatian dari lingkungan sekitar. Menurut Radhiah, Ketua RT setempat sempat mengambil inisiatif membantu Rahmatika agar mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kamis (17/9/2026), suasana rumah sederhana itu mendapat kunjungan berbeda. Ketua TP PKK Kabupaten Aceh Besar, Hj. Rita Mayasari, bersama Wakil Ketua TP PKK Aceh Besar, Hj. Nurul Fazli, datang menyambangi keluarga tersebut.

Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Aceh Besar, Hj. Rita Mayasari bersama Wakil Ketua TP PKK Aceh Besar, Hj. Nurul Fazli, S.Ag., menyambangi kediaman keluarga M. Nasir Amin (68) dan Radhiah Daud (57) di Perumahan IOM, Gampong Teureubeh, Kecamatan Kota Jantho, Kamis (17/9/2026). Foto: MC Aceh Besar

Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan, tetapi menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat kehidupan keluarga yang sedang berjuang menghadapi keterbatasan ekonomi dan persoalan kesehatan.

Rita Mayasari mendengarkan cerita keluarga Nasir, melihat kondisi Rahmatika, serta memahami berbagai kebutuhan yang selama ini harus mereka hadapi.

Dari ruang sederhana itu, terlihat bagaimana sebuah keluarga berusaha bertahan dengan apa yang mereka miliki. Tidak lupa, ia juga membawa sedikit bantuan.

“Mudah-mudahan dengan kepedulian bersama, ada dukungan yang dapat diberikan, sehingga keluarga yang sedang menghadapi kesulitan tidak merasa sendiri,” ujar Rita didampingi Nurul Fazli.

Bagi Rita, kepedulian kepada masyarakat yang berada dalam kondisi rentan membutuhkan kehadiran dan perhatian bersama.

Pemerintah daerah, TP PKK, perangkat gampong, serta berbagai unsur masyarakat dinilai perlu bersinergi agar keluarga yang menghadapi persoalan kesehatan dan keterbatasan ekonomi mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.

Kunjungan itu pun membawa pesan sederhana bagi keluarga Nasir: bahwa di tengah keterbatasan, masih ada tangan-tangan yang peduli dan harapan yang bisa terus dijaga.

Nasir mungkin tidak lagi memiliki tenaga seperti ketika masih muda. Radhiah mungkin masih harus menjalani hari-hari dengan berbagai kekhawatiran.

Rahmatika masih membutuhkan perawatan, sementara Intan masih harus melanjutkan pendidikan. Tetapi di rumah sederhana itu, harapan belum padam.

Perhatian yang datang menjadi penguat bagi keluarga untuk terus bertahan, menjalani pengobatan, menjaga pendidikan anak, dan menatap hari esok dengan keyakinan bahwa kesulitan tidak harus dihadapi seorang diri.[]

Media Online