EKONOMI & BISNIS

Bank Aceh Syariah Garda Terdepan Pemulihan Layanan Keuangan saat Bencana

×

Bank Aceh Syariah Garda Terdepan Pemulihan Layanan Keuangan saat Bencana

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, saat menerima Serambi Award 2026, pada malam apresiasi yang digelar Serambi Indonesia di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Kota Banda Aceh, Sabtu (29/8/2026) malam. Foto: Dok. Humas Bank Aceh

MITRABERITA.NET | Bank Aceh Syariah mendapat apresiasi atas kontribusinya menjaga keberlangsungan layanan keuangan bagi masyarakat di tengah situasi bencana.

Penghargaan tersebut diberikan melalui Serambi Awards 2026 – Gebrakan Sang Pemimpin dengan kategori “Garda Terdepan Pemulihan Layanan Keuangan Saat Bencana.”

Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas menyebut penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja kolektif seluruh jajaran Bank Aceh dalam menjalankan tanggung jawab kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, sebuah kehormatan bagi Bank Aceh menerima Serambi Awards – Gebrakan Sang Pemimpin sebagai ‘Garda Terdepan Pemulihan Layanan Keuangan Saat Bencana’,” ujarnya, pada Ahad (30/8/2026).

Menurut Fadhil, penghargaan itu memiliki arti penting karena diberikan atas kepedulian dan upaya jajaran Bank Aceh untuk tetap memberikan pelayanan ketika masyarakat menghadapi kondisi sulit.

“Bagi kami, penghargaan ini memiliki makna yang lebih dari sekadar sebuah pencapaian. Ini adalah bentuk apresiasi atas kerja dan kepedulian seluruh insan Bank Aceh yang tetap berupaya hadir ketika masyarakat sedang menghadapi masa-masa sulit,” ungkapnya.

Dalam kondisi bencana, keberlangsungan akses keuangan menjadi salah satu kebutuhan yang tidak kalah penting. Masyarakat tetap membutuhkan transaksi, akses dana, serta kepastian pelayanan untuk memenuhi berbagai kebutuhan selama masa pemulihan.

Fadhil menilai situasi tersebut menjadi ujian terhadap komitmen Bank Aceh untuk memastikan pelayanan tetap berjalan dan mampu menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat melewati masa sulit.

“Di tengah bencana, menjaga agar layanan keuangan tetap berjalan bukanlah hal yang mudah. Namun, di situlah komitmen kita diuji. Masyarakat membutuhkan kepastian, dan Bank Aceh harus menjadi bagian dari solusi,” katanya.

Ia memberikan penghargaan kepada seluruh jajaran Bank Aceh yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab dalam menjalankan peran tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran Bank Aceh yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab dan kepedulian. Penghargaan ini adalah milik kita bersama,” tambahnya.

Fadhil berharap penghargaan tersebut menjadi pemacu bagi Bank Aceh untuk terus memperkuat kehadirannya, terutama ketika masyarakat membutuhkan dukungan dan pelayanan di tengah kondisi yang tidak mudah.

“Semoga ke depan, Bank Aceh terus menjadi bank yang hadir bukan hanya ketika keadaan baik, tetapi terutama ketika masyarakat membutuhkan,” pungkasnya.

Penghargaan ini menjadi penegasan bahwa peran perbankan dalam situasi bencana tidak berhenti pada aktivitas bisnis. Keberlangsungan layanan keuangan juga menjadi bagian dari dukungan terhadap masyarakat dalam menjaga aktivitas ekonomi dan mempercepat pemulihan.

Editor: Redaksi

Media Online