MITRABERITA.NET | Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menemui langsung massa aksi dari Jaringan Muda Indonesia (JMI) yang menggelar demonstrasi di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap aspirasi yang disampaikan terkait sejumlah isu yang berkembang di lingkungan BGN.
Di tengah jalannya aksi, Sony menerima langsung berkas aspirasi yang ditujukan kepada Inspektur Utama BGN, Jimmy Alexander Adirman. Kehadirannya di hadapan peserta aksi menjadi bagian dari upaya membuka ruang komunikasi secara langsung antara lembaga dan masyarakat.
Dalam aksi tersebut, massa JMI menyoroti sejumlah isu yang berkembang, di antaranya dugaan pengadaan laptop dengan nilai tertentu, penggunaan perangkat hasil pengadaan tahun sebelumnya, serta beberapa persoalan lain yang ramai diperbincangkan di ruang publik.
Menanggapi hal itu, Sony menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang diterima akan diteruskan kepada pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti. “Artinya seribu persen, insyaallah saya sampaikan ke beliau,” ujar Sony di hadapan massa aksi.
Ia juga mengajak peserta aksi untuk menjaga substansi tuntutan agar tetap berfokus pada data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kritik dan pengawasan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi, namun perlu didasarkan pada informasi yang jelas agar tidak berkembang menjadi disinformasi.
Sony menilai keterbukaan dan komunikasi menjadi langkah penting untuk menjernihkan berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung sejumlah isu yang belakangan menjadi perhatian publik, mulai dari persoalan pengadaan laptop, kendaraan operasional, hingga rekaman suara yang beredar luas.
“Apapun yang terjadi tentang laptop, tentang sepeda motor, kemudian rekaman suara saya yang kemarin minta ditransfer ke rekening konsorsium, saya akan jelaskan sejelas-jelasnya,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Sony memastikan pihaknya akan mengundang JMI untuk mengikuti audiensi resmi pada Senin, 25 Mei 2026. Menurutnya, forum dialog tersebut diperlukan agar berbagai persoalan yang dipertanyakan publik dapat dibahas secara rinci dan terbuka.
Rencana audiensi itu diharapkan menjadi ruang komunikasi yang konstruktif, sekaligus membuka kesempatan bagi seluruh pihak untuk menyampaikan pandangan dan memperoleh penjelasan secara langsung.
Di tengah berbagai dinamika yang muncul, langkah dialog terbuka dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi sekaligus memperkuat kepercayaan publik melalui penyampaian informasi yang jelas dan akuntabel.
Editor: Redaksi






















