MITRABERITA.NET | Plt Direktur Utama PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, Ir. Yusmadi, mendampingi Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris dalam zoom meeting bersama Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum terkait percepatan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Banda Aceh–Aceh Besar di kawasan Leupung, Senin (11/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, Kecamatan Ingin Jaya itu menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, PDAM, dan pemerintah pusat dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur air bersih di Aceh Besar dan Banda Aceh.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Aceh Besar menegaskan pentingnya pembangunan SPAM Regional Leupung guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang selama ini masih banyak bergantung pada air sumur.
“Pembangunan SPAM Regional Leupung sangat penting untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Aceh Besar,” ujar Syech Muharram.
Bupati juga menjelaskan, cakupan layanan air bersih di Aceh Besar saat ini masih terbatas. Pasokan dari SPAM yang ada di Indrapuri, Ingin Jaya, dan Kota Jantho baru mampu menjangkau sekitar 38 persen masyarakat.
Karena itu, kehadiran SPAM Regional Leupung diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memperluas akses layanan air bersih, baik bagi masyarakat Aceh Besar maupun Kota Banda Aceh.
Sementara itu, Plt Dirut PDAM Tirta Mountala Ir. Yusmadi menyatakan kesiapan pihaknya mendukung penuh percepatan pembangunan SPAM Regional tersebut, termasuk dalam aspek pelayanan dan pengelolaan distribusi air bersih ke masyarakat.
“Pembangunan SPAM Regional menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan air minum di Aceh Besar yang terus mengalami peningkatan kebutuhan setiap tahunnya,” ujar Yusmadi, usai zoom meeting.
Pertemuan itu turut diikuti Plt Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Direktur Air Minum Ditjen Cipta Karya, Direktur Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan, Anggota Komisi V DPR RI Ghufran, Kepala Dinas Perkim Aceh, Wali Kota Banda Aceh, serta jajaran Direksi PDAM Tirta Mountala Aceh Besar.[]






















