Mitraberita.net | Kepergian almarhum Darwis bin Musa, pengacara senior sekaligus pendiri Forsiar (Forum Silaturrahmi Aceh Rayeuk), yang wafat pada Sabtu malam 2 Mei 2026 lalu, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta masyarakat Aceh Rayeuk.
Almarhum dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat Aceh Rayeuk, dikenal di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Kota Sabang.
Sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan masyarakat terhadap almarhum, Forsiar menggelar tahlilan, zikir, dan doa bersama di kediaman almarhum di Jalan T. Iskandar, Gampong Lam Glumpang, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga Aceh Rayeuk serta para pengurus Forsiar. Prosesi tahlilan, zikir, dan doa berlangsung khidmat dengan dipimpin oleh Tgk. H. Marwan Abdullah (Baba Marwan), pimpinan Dayah Darul Ulum Al Fata Kaye Kunyet.
Ketua Umum Forsiar yang juga Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, dalam sambutannya menyampaikan bahwa almarhum merupakan sosok yang memiliki jasa besar bagi Forsiar maupun masyarakat Aceh Rayeuk secara umum.
“Hari ini kita menghadiahkan pahala tahlilan, zikir, dan doa untuk almarhum Ayahanda Darwis, Beliau selaku pendiri Forsiar telah banyak berjasa bagi masyarakat Aceh Rayeuk. Kepergian almarhum membuat kita kehilangan seorang tokoh besar yang menjadi teladan bagi kita semua,” ujar Bupati Aceh Besar.
Pria yang akrab disapa Syech Muharram itu juga mengajak seluruh jamaah untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, mengingat setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Khalik.
“Saya mengajak kita semua untuk selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Mari menjaga diri dan keluarga dari siksaan api neraka. Jika setiap keluarga menjadi baik, maka kebaikan itu akan berdampak pada ketenteraman hidup masyarakat secara umum,” tambahnya.
Selain masyarakat dan pengurus Forsiar, kegiatan tahlilan tersebut juga dihadiri para tokoh masyarakat Aceh Rayeuk, ulama, akademisi, pemuda, serta tokoh perempuan. []









