EDUKASIPEMERINTAHANUTAMA

Syech Muharram: Saya Berharap Seluruh Sekolah di Aceh Besar Melaksanakan Beut Kitab Bak Sikula

×

Syech Muharram: Saya Berharap Seluruh Sekolah di Aceh Besar Melaksanakan Beut Kitab Bak Sikula

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menyampaikan arahan dan nasihat saat menghadiri wisuda 473 santri Ma’had Daarut Tahfizh Al Ikhlas di AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala, Sabtu (25/4/2026). Foto: MC Aceh Besar

MITRABERITA.NET | Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris (Syech Muharram), menghadiri wisuda 473 santri Madrasah Ma’had Daarut Tahfizh Al Ikhlas Tahun Pelajaran 2025–2026 yang berlangsung khidmat di AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (USK), Sabtu (25/4/2026).

Kehadiran Bupati Aceh Besar bersama Ibu Bupati Hj. Mayasari menjadi wujud dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terhadap penguatan pendidikan keagamaan dan lahirnya generasi Qur’ani.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Mudir Ma’had Daarut Tahfizh Al Ikhlas, Ustadz. H. Zulfikar, M.Ag; pimpinan yayasan Ir. Irwansyah; dewan guru, wali santri, serta undangan lainnya.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Asyrafal Ulwy, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Himne Aceh, serta Mars Ma’had Daarut Tahfizh Al Ikhlas.

Dalam sambutannya, Syech Muharram menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas capaian para santri yang telah menyelesaikan pendidikan mereka dalam menghafal Al-Qur’an.

“Saya mengucapkan selamat dan berbahagia kepada anak-anak kami yang mengikuti wisuda dengan jumlah 473 santri,” ujar Syech Muharram.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur pendidikan di Ma’had Daarut Tahfizh Al Ikhlas yang telah berkontribusi dalam membina generasi Qur’ani.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada mudir, pimpinan yayasan, pendidik dan pengasuh, ustadz dan ustadzah yang selama ini telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mendidik anak-anak kita,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Aceh Besar mengapresiasi capaian Ma’had Daarut Tahfizh Al Ikhlas yang telah melahirkan ratusan penghafal Al-Qur’an. Hingga saat ini, lembaga tersebut telah mencetak 451 santri hafizh 30 juz, dengan 77 santri di antaranya lulus pada tahun ini.

“Tentunya pahala itu terus mengalir. Mereka yang telah menghafal 30 juz dan hari ini mengajarkan kepada orang lain, maka pahalanya akan terus mengalir, termasuk kepada orang tuanya, tidak akan berhenti hingga hari kiamat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syech Muharram menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam memperkuat pendidikan keagamaan melalui program unggulan Beut Kitab Bak Sikula yang kini mulai diimplementasikan secara bertahap.

“Saat ini kami sedang melaksanakan program Beut Kitab Bak Sikula. Ini merupakan bagian dari visi misi kami yang insyaallah segera terlaksana di seluruh sekolah di Aceh Besar,” jelasnya.

Ia menyebutkan, program tersebut saat ini telah diterapkan di 46 sekolah sebagai percontohan, terdiri dari 23 SD dan 23 SMP, serta berjalan dengan baik dan mendapat dukungan luas dari berbagai pihak.

“Alhamdulillah, program ini berjalan dengan sempurna dan mendapat dukungan semua pihak,” ungkapnya.

Untuk memperkuat pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah merekrut sebanyak 333 guru tambahan, sehingga total tenaga pengajar mencapai 457 teungku yang siap mengajar pada tahun ajaran berikutnya.

Bupati Aceh Besar juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Ma’had, dan seluruh lembaga pendidikan dalam mencetak generasi unggul.

“Saya sangat mendukung pendidikan bagi anak-anak kita sebagai generasi masa depan. Saya juga mengajak para pimpinan Ma’had untuk berkolaborasi dalam mendidik anak-anak kita,” ujarnya.

Syech Muharram berharap seluruh sekolah di Aceh Besar, baik negeri maupun swasta, dapat mengimplementasikan program Beut Kitab Bak Sikula secara menyeluruh, serta membuka peluang kerja sama dengan Kementerian Agama agar program tersebut dapat diterapkan lebih luas.

Sementara itu, Mudir Ma’had Daarut Tahfizh Al Ikhlas, Ust. H. Zulfikar, M.Ag, menyampaikan bahwa wisuda tersebut menjadi momen penting bagi para santri setelah menempuh pendidikan selama tiga hingga enam tahun.

“Hari ini sangat berbahagia bagi anak-anak kami, karena mereka diwisuda sebagai tanda telah menyelesaikan program pendidikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Ma’had Daarut Tahfizh Al Ikhlas memiliki tiga lembaga formal, yakni Madrasah Ibtidaiyah Terpadu, Madrasah Tsanawiyah Terpadu, dan Madrasah Aliyah Terpadu yang menggunakan kurikulum nasional Kementerian Agama mengacu pada KMA 1503 Tahun 2025.

Selain itu, kurikulum lokal difokuskan pada tahfizh Al-Qur’an dengan target hafalan berbeda di setiap jenjang. Bahkan, dalam praktiknya, sejumlah santri mampu melampaui target hingga menghafal 30 juz sejak usia dini.

“Jumlah santri yang mampu khatam 30 juz tahun ini mencapai 77 santri, dan secara keseluruhan kami telah meluluskan 451 santri hafizh sejak awal berdiri,” jelasnya.

Adapun jumlah santri yang diwisuda tahun ini terdiri dari 111 santri Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT), 217 santri Madrasah Tsanawiyah Terpadu (MTS), dan 145 santri Madrasah Aliyah Terpadu (MAT), dengan total 473 santri.

Sebanyak 218 santri di antaranya telah mencapai tingkat syahadah, yakni para santri yang dinyatakan telah mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar tanpa melihat mushaf.

Kesan dan pesan mewakili wali santri disampaikan oleh Dr. Muchlis Hidayat, M.Si, yang mengungkapkan rasa syukur serta apresiasi kepada para guru atas dedikasi mereka dalam mendidik para santri.

Ia juga berpesan agar para santri terus belajar, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, menjaga akhlak mulia, serta berbakti kepada orang tua.

Ia juga menyampaikan nasihat penuh hikmah yang mengangkat pesan Luqmanul Hakim dalam Al-Qur’an, di antaranya agar tidak menyekutukan Allah, menjaga shalat, mengajak kepada kebaikan, menjauhi kemungkaran, bersabar, serta tidak bersikap sombong.

Momentum wisuda ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam membangun generasi Aceh Besar yang Qur’ani, berilmu, dan berakhlakul karimah. []

Media Online