MITRABERITA.NET | Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris yang akrab disapa Syech Muharram, menegaskan bahwa kritik yang disampaikan kepada pemerintah daerah merupakan bagian penting dari kontrol publik dalam menjalankan roda pemerintahan.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Syech Muharram saat dihubungi wartawan MITRABERITA.NET via seluler, menanyakan soal berbagai masukan dan kritik yang selama ini disampaikan oleh pengamat dan masyarakat melalui media, pada Ahad (5/4/2026).
Menurutnya, kritik yang bersifat membangun harus diterima secara terbuka sebagai bentuk partisipasi publik dalam mengawal jalannya pemerintahan, khususnya dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan Aceh Besar selama kepemimpinannya.
“Saya berterima kasih atas berbagai kritik yang disampaikan kepada kami. Itu merupakan bagian dari upaya menjaga agar pemerintahan tetap berada di jalur yang tepat,” ujarnya.
Syech Muharram dengan santai menjelaskan, kritik tidak hanya menjadi bahan evaluasi, tetapi juga berfungsi sebagai pengingat agar pemerintah daerah terus meningkatkan kinerja, terutama dalam pelayanan publik.
Syech Muharram bahkan mengibaratkan kritik sebagai “vitamin” yang mampu menjaga semangat dan optimisme pemerintah daerah dalam menjalankan program-program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
“Dengan adanya kritik dari berbagai pihak, kami bisa terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan sesuai harapan masyarakat. Kami berharap masyarakat terus mengawal jalannya pemerintahan ini,” katanya.
Syech Muharram bersama Wakil Bupati Syukri A Jalil berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan.
Melalui sikap terbuka terhadap berbagai masukan masyarakat, dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Syech Muharram optimistis dapat mendorong pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kepentingan publik. []






















