MITRABERITA.NET | Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Maruli Simanjuntak menegaskan pembangunan Jembatan Bailey melalui Program Jembatan Garuda merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana dan mengalami keterbatasan akses transportasi.
Pernyataan itu disampaikan Kasad Maruli saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah Lhokseumawe, Aceh, pada Senin (9/3/2026), sekaligus meresmikan pembangunan Jembatan Bailey dalam Program Jembatan Garuda.
Kedatangan rombongan Kasad disambut Panglima Kodam Iskandar Muda Joko Hadi Susilo bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat TNI di wilayah Aceh, serta tokoh masyarakat setempat di Bandara Malikussaleh.
Usai transit singkat, rombongan melanjutkan kegiatan sosial di SD Negeri 7 Desa Glee Dagang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Dalam kesempatan tersebut, Kasad bersama Ketua Umum Persit menyerahkan bantuan berupa tas sekolah, alat tulis, dan perlengkapan belajar kepada para siswa.
Bantuan itu merupakan bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap dunia pendidikan sekaligus upaya memberikan motivasi kepada generasi muda agar terus bersemangat dalam menuntut ilmu.
“Kalian harus rajin belajar, disiplin, dan punya cita-cita tinggi untuk masa depan,” pesan Kasad kepada para siswa.
Setelah kegiatan sosial tersebut, rombongan menuju Desa Lhok Kuyun, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, lokasi peluncuran Program Jembatan Garuda.
Program ini merupakan bagian dari pembangunan 218 jembatan di berbagai wilayah Indonesia yang bertujuan memperkuat konektivitas antarwilayah serta mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam.
Kasad menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut dilatarbelakangi kerusakan sejumlah infrastruktur di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat banjir dan tanah longsor dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut telah menyebabkan terputusnya akses transportasi, distribusi logistik, serta aktivitas perekonomian masyarakat yang selama ini bergantung pada akses jembatan.
Dalam program tersebut, Jembatan Bailey dipilih sebagai solusi karena memiliki konstruksi yang kuat serta proses pembangunan yang relatif cepat, sehingga efektif digunakan untuk memulihkan akses transportasi di daerah terdampak. []
Editor: Redaksi

















