DAERAHTNI/POLRI

Prajurit TNI Masih Bekerja Keras Bangun Jembatan Gantung Garuda di Aceh Tamiang

×

Prajurit TNI Masih Bekerja Keras Bangun Jembatan Gantung Garuda di Aceh Tamiang

Sebarkan artikel ini
Prajurit TNI masih terus bekerja tanpa henti di lokasi pembangunan Jembatan Gantung Garuda Aceh Tamiang, Ahad 8 Maret 2026. Foto: Mitraberita

MITRABERITA.NET | Peluh membasahi seragam loreng para prajurit TNI. Mereka masih terus bekerja tanpa henti di lokasi pembangunan Jembatan Gantung Garuda Aceh Tamiang, Ahad 8 Maret 2026.

Dengan semangat gotong royong dan pengabdian, mereka masih berjuang membangun kembali akses penghubung warga sebagai bagian dari upaya memulihkan aktivitas masyarakat di wilayah pedesaan usai diterjang banjir akhir tahun lalu.

Di bawah terik matahari dan kondisi medan yang tidak selalu bersahabat, para prajurit dari Satgas Gunung, Bencana, dan Perbekalan TNI (Satgas Gunbencal) terlihat terus mengerjakan setiap bagian konstruksi jembatan dengan penuh ketelitian.

Suara mesin las, dentingan besi, dan koordinasi antar personel menjadi pemandangan sehari-hari di lokasi pembangunan yang menghubungkan Desa Sekerak Kiri dan Desa Sekerak Kanan di Kecamatan Sekerak.

Bagi masyarakat setempat, pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan harapan baru bagi kelancaran kehidupan sehari-hari. Selama ini warga di kedua desa kerap menghadapi kesulitan mobilitas akibat keterbatasan sarana penghubung, terutama saat debit air sungai meningkat atau cuaca buruk melanda.

Melalui pembangunan Jembatan Gantung Garuda, akses transportasi diharapkan menjadi lebih aman dan efisien. Jembatan ini nantinya akan menjadi jalur vital yang memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, memudahkan pelajar menuju sekolah, hingga mempercepat akses warga terhadap layanan kesehatan.

Di lokasi pembangunan, personel Satgas Gunbencal yang didukung prajurit dari Brigif 25/Siwah, Yonif TP 853/BRB, dan Kodim 0117/Aceh Tamiang bekerja secara terpadu. Sinergi antar satuan tersebut memperlihatkan soliditas TNI dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Pada tahap pekerjaan terbaru, para prajurit melanjutkan sejumlah pekerjaan teknis penting pada struktur jembatan. Salah satu pekerjaan utama adalah proses pengelasan serta penguatan besi UMP pada landaian titik A, bagian yang menjadi penopang utama kekuatan konstruksi jembatan.

Selain itu, personel juga melakukan penguatan pada bagian touwing rawaian, yaitu komponen pengikat yang berfungsi menjaga stabilitas dan keseimbangan jembatan gantung.

Setelah penguatan selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan pengecatan pada bagian tersebut guna melindungi material besi dari korosi sekaligus memperpanjang usia konstruksi.

Setiap tahapan pekerjaan dilakukan secara bertahap dan terukur dengan mengedepankan standar keamanan dan kualitas. Meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan, semangat para prajurit tidak pernah surut.

Kehadiran prajurit TNI di lokasi pembangunan juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar. Warga kerap datang menyaksikan proses pembangunan, bahkan memberikan dukungan moral kepada para prajurit yang bekerja siang hingga sore demi mempercepat penyelesaian jembatan.

Bagi warga Desa Sekerak Kiri dan Desa Sekerak Kanan, jembatan ini adalah simbol harapan. Ketika nanti rampung dan mulai digunakan, Jembatan Gantung Garuda tidak hanya menghubungkan dua desa, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan Aceh Tamiang. []

Editor: Redaksi

Media Online