MITRABERITA.NET | Menyambut Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk mendorong nasabah untuk mengutamakan transaksi digital. Strategi digital first ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan transaksi masyarakat menjelang hingga setelah Lebaran.
Bank syariah terbesar di Indonesia tersebut memperkuat seluruh layanan e-channel, khususnya super Apps BYOND by BSI, yang menjadi salah satu kanal utama transaksi nasabah. Berdasarkan data perseroan, rata-rata transaksi melalui e-channel meningkat sekitar 24 persen secara bulanan selama periode Ramadan dan Idulfitri.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, melalui keterangan tertulis kepada media mengatakan momentum Lebaran selalu memicu peningkatan signifikan aktivitas transaksi digital, terutama untuk pembayaran, pembelian, transfer, hingga layanan ZISWAF.
“Momentum Lebaran selalu mendorong lonjakan transaksi di kanal digital. Karena itu, kami meningkatkan kapasitas sistem teknologi informasi, melakukan monitoring transaksi secara real time, dan memastikan seluruh e-channel beroperasi optimal agar nasabah dapat bertransaksi secara cepat, aman, dan nyaman,” ujarnya, Selasa 3 Maret 2026.
BSI mengoptimalkan layanan digital melalui super Apps BYOND yang menghadirkan berbagai fitur khas perbankan syariah. Di dalamnya tersedia layanan tarik tunai tanpa kartu, transaksi ZISWAF, kalkulator zakat, informasi masjid terdekat dan arah kiblat, hingga layanan Bank Emas untuk pembelian dan transfer saldo emas secara real time.
Selain itu, BSI juga memperkuat layanan digital lainnya seperti QRIS BSI, EDC merchant, BEWIZE, remitansi, serta layanan pelanggan melalui BSI Call Center 14040.
Melalui ekosistem tersebut, nasabah dapat memenuhi berbagai kebutuhan Lebaran secara digital, mulai dari berbagi dengan keluarga hingga berbelanja kebutuhan hari raya tanpa harus menggunakan uang tunai.
Untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok, BSI juga mengintegrasikan layanan digital dengan jaringan fisik yang didukung lebih dari 126 ribu BSI Agen di seluruh Indonesia. Agen tersebut melayani berbagai transaksi seperti setor tunai, tarik tunai, transfer, pembayaran, hingga pembelian kebutuhan harian.
Sebagai penopang layanan selama periode Lebaran, BSI juga menyiapkan likuiditas sekitar Rp45 triliun guna mengantisipasi meningkatnya kebutuhan uang tunai masyarakat. Puncak transaksi diperkirakan terjadi pada H-7 Idulfitri.
Dana tersebut didistribusikan melalui lebih dari 6.000 ATM/CRM serta 1.049 outlet kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.
Selain itu, BSI turut berpartisipasi dalam program Bank Indonesia bertajuk Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 hingga 15 Maret 2026, dengan menyediakan layanan penukaran uang di 178 titik serta layanan terpadu di 41 ruang publik.
Di tengah meningkatnya aktivitas digital masyarakat, BSI juga mengingatkan nasabah untuk tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan. Nasabah diimbau hanya mengakses informasi melalui kanal resmi perusahaan, termasuk website resmi, media sosial resmi BSI, serta layanan WhatsApp resmi BSI.
Dengan strategi digital-first yang terintegrasi dengan jaringan fisik dan agen, BSI menargetkan seluruh transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri tetap berjalan stabil, cepat, dan aman seiring meningkatnya adopsi layanan keuangan digital di Indonesia.
Editor: Redaksi






















