MITRABERITA.NET | Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Jaya pada Selasa 11 November 2025 menyebabkan bencana banjir dan longsor di sejumlah kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan sedikitnya lima kecamatan terdampak dengan ratusan warga terpaksa mengungsi akibat meluapnya sungai dan tertutupnya akses jalan utama.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB itu melanda Kecamatan Setia Bakti, Darul Hikmah, Sampoiniet, Indra Jaya, dan Jaya.
Hujan berintensitas tinggi menyebabkan debit air meningkat drastis hingga menggenangi permukiman warga serta fasilitas umum di sejumlah gampong.
Di Kecamatan Setia Bakti, banjir melanda Gampong Lhok Bot dan Gunong Meunasah. Sementara di Kecamatan Darul Hikmah, genangan air dilaporkan di Gampong Lam Teungoh, Blang Dalam, dan Pajar.
Adapun di Kecamatan Sampoiniet, banjir merendam kawasan Batee Meutudong, sedangkan di Indra Jaya dan Jaya, air menggenangi Gampong Meudang Ghon, Sapek, Meudheun, Lambaroh, serta Gle Putoh.
Selain banjir, longsor juga terjadi di dua kecamatan, yakni Jaya dan Sampoiniet. Material tanah dan batu menutup sebagian badan Jalan Nasional di kawasan Gunung Geurutee, tepatnya di Gampong Babah Ie, Kecamatan Jaya.
Akibatnya, arus lalu lintas di jalur Banda Aceh–Calang sempat lumpuh dan kini hanya bisa dilalui satu jalur. Longsor serupa juga dilaporkan di Gunung Keumala, Gampong Krueng No dan Lhok Kruet, Kecamatan Sampoiniet.
Ratusan Jiwa Terdampak dan Sebagian Mengungsi
Data Pusdalops PB BPBK Aceh Jaya mencatat sebanyak 222 kepala keluarga atau 642 jiwa terdampak langsung oleh banjir di tiga kecamatan, yakni:
- Kecamatan Setia Bakti: 147 KK / 488 jiwa
- Kecamatan Darul Hikmah: 41 KK / 52 jiwa
- Kecamatan Sampoiniet: 34 KK / 102 jiwa
Beberapa warga di Kecamatan Sampoiniet dilaporkan mengungsi ke mushalla setempat setelah air merendam rumah mereka. Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
BPBK Aceh Jaya telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama personel Damkar dan perahu evakuasi untuk membantu warga yang terjebak banjir. Tim juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani longsor di jalan nasional serta melakukan pendataan di lokasi terdampak.
“Kami terus melakukan kaji cepat, membantu evakuasi warga, dan memastikan akses jalan segera dibuka agar bantuan logistik bisa masuk,” ujar salah satu petugas TRC BPBK Aceh Jaya di lokasi kejadian.
Meski upaya penanganan terus dilakukan, kondisi di lapangan masih terkendala hujan yang belum reda serta genangan air yang menutupi sebagian badan jalan.
BPBK Aceh Jaya menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, antara lain, pembangunan tanggul pengendali banjir dan perkuatan tebing sungai, p.embangunan jetty di muara sungai untuk memperlancar aliran air, pengerukan sungai dan saluran pembuang
Selain itu, akses transportasi yang terputus di beberapa titik membuat distribusi bantuan menjadi lambat. Pihak BPBA mengingatkan bahwa potensi banjir masih dapat meluas jika hujan berintensitas tinggi terus berlanjut hingga malam hari.
“Hingga pukul 17.45 WIB, hujan masih mengguyur sebagian besar wilayah Aceh Jaya. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan tanah longsor,” kata Kepala BPBA dalam keterangan resminya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya bersama BPBK dan TNI-Polri kini terus memperkuat koordinasi lapangan. Personel gabungan dikerahkan untuk membuka akses jalan, mengevakuasi warga, dan menyalurkan bantuan darurat.
Situasi ini kembali mengingatkan pentingnya upaya mitigasi dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang berkelanjutan di wilayah rawan bencana Aceh Jaya. Dengan topografi perbukitan dan aliran sungai besar, kawasan ini kerap menjadi langganan banjir dan longsor saat musim hujan tiba.
Sementara itu, warga berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dalam memperkuat tanggul dan memperbaiki sistem drainase.
“Kami sudah sering mengalami banjir setiap tahun, tapi belum ada solusi permanen. Mudah-mudahan kali ini ada tindak lanjut nyata,” ujar Amiruddin, warga Gampong Lhok Bot, yang rumahnya terendam hingga setengah meter.
BPBK dan BPBA kini masih terus memantau perkembangan situasi serta menyiagakan personel di titik-titik rawan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana lanjutan.
Editor: Redaksi









