EKONOMI & BISNIS

Waspada Gebyar Undian Berhadiah, Bank Aceh Imbau Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Pribadi dan Abaikan Pesan Hoaks

235
×

Waspada Gebyar Undian Berhadiah, Bank Aceh Imbau Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Pribadi dan Abaikan Pesan Hoaks

Sebarkan artikel ini
Banner gebyar berhadiah bank Aceh yang beredar di media sosial. Foto: Ilustrasi

MITRABERITA.NET | PT Bank Aceh Syariah mengeluarkan peringatan resmi kepada seluruh nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan Bank Aceh, khususnya melalui modus undian berhadiah dan Gebyar Bank Aceh. Imbauan ini disampaikan menyusul ditemukannya berbagai pesan hoaks, akun palsu, serta upaya phishing yang berpotensi merugikan nasabah secara finansial.

Manajemen Bank Aceh menyebutkan, belakangan ini beredar luas pesan berantai di media sosial, aplikasi pesan singkat, hingga panggilan telepon yang menjanjikan hadiah dengan syarat mudah. Modus tersebut mencatut nama dan logo Bank Aceh untuk mengelabui masyarakat agar menyerahkan data pribadi, informasi perbankan, hingga saldo rekening.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, melalui Sekretaris Perusahaan Bank Aceh, Ilham Novrizal, menegaskan bahwa perlindungan dana dan data nasabah merupakan prioritas utama. Namun demikian, keamanan perbankan juga memerlukan peran aktif dan kesadaran nasabah dalam menjaga kerahasiaan informasi pribadi.

“Kami mencermati adanya peningkatan upaya penipuan digital dengan pola yang semakin canggih. Pelaku menggunakan identitas palsu yang menyerupai akun resmi Bank Aceh untuk mengelabui nasabah. Kami mengimbau agar masyarakat tidak pernah memberikan data sensitif kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai pegawai bank,” ujar Ilham, dalam keterangan tertulis kepada media, Selasa 20 Januari 2026.

Ia menegaskan, Bank Aceh tidak pernah meminta informasi rahasia seperti PIN, password, maupun kode OTP melalui media sosial, pesan singkat, atau sambungan telepon. “Jika ada pihak yang meminta data tersebut, dapat dipastikan itu adalah hoaks dan bagian dari penipuan. Segera abaikan dan laporkan melalui kanal resmi Bank Aceh,” tegasnya.

Berdasarkan laporan yang masuk, terdapat dua modus utama yang kerap digunakan pelaku, yakni pemberitahuan sebagai pemenang undian berhadiah dengan kewajiban menyerahkan data rekening atau membayar biaya administrasi, serta akun palsu berlogo Bank Aceh yang secara aktif menghubungi nasabah melalui pesan pribadi.

Untuk menghindari kerugian, Bank Aceh memberikan sejumlah panduan penting kepada nasabah. Di antaranya, hanya berinteraksi dengan akun media sosial resmi Bank Aceh, tidak membagikan kode OTP kepada siapa pun, menggunakan aplikasi Action Mobile Banking yang diunduh langsung dari Google Play Store atau Apple App Store, serta menghindari mengklik tautan mencurigakan dari nomor tidak dikenal.

Bagi nasabah yang membutuhkan informasi resmi atau ingin menyampaikan pengaduan, Bank Aceh menyediakan layanan Contact Center di nomor 1500845 serta website resmi www.bankaceh.co.id.

“Bank Aceh terus berkomitmen memperkuat sistem keamanan siber secara berkelanjutan. Kami mengajak seluruh nasabah untuk bersama-sama menjaga keamanan finansial di era digital dengan tetap waspada dan bijak dalam menerima informasi,” pungkas Ilham.

Media Online