MITRABERITA.NET | Aksi protes warga terhadap PT Medco E&P Malaka kembali terjadi di lingkungan perusahaan migas tersebut, pada Selasa 2 September 2025.
Sebelumnya spanduk penolakan muncul di Gampong (Desa) Alue Ie Mirah, kini warga Gampong Bandar Baro, Kecamatan Indra Makmu, juga memasang spanduk berisi tuntutan dana tali asih sebesar Rp1 juta per kepala keluarga (KK).
Spanduk dengan tulisan bernada desakan itu terpasang di jalan utama Alue Ie Mirah menuju Kecamatan Julok, Aceh Timur, sehingga mudah terlihat oleh masyarakat dan pihak perusahaan yang melintas.
Rasyidin, Penjabat (Pj) Keuchik Bandar Baro, membenarkan adanya spanduk tersebut. Menurutnya, warga mendesak agar dirinya mempertanyakan langsung kepada manajemen PT Medco terkait isu bahwa desa tetangga sudah lebih dulu menerima dana tali asih.
“Warga saya melihat desa lain mengaku sudah menerima dana tali asih. Maka, mereka mendesak agar saya menanyakan ke pihak perusahaan. Kalau tidak dijawab, justru kami perangkat desa yang kena cibiran,” ujar Rasyidin kepada MITRABERITA.NET.
Ia mendesak manajemen PT Medco untuk turun langsung ke desa dan memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa memicu ketegangan.
Lebih lanjut, Rasyidin mengaku sudah menghubungi pihak Humas Medco melalui pesan WhatsApp untuk mengonfirmasi kabar bahwa warga di Desa Blang Nisam telah menerima dana tali asih Rp1 juta per KK. Namun, kabar tersebut dibantah keras oleh pihak perusahaan.
“Itu hoaks. Siapa yang bilang begitu? Apa ada bukti, Pak Keuchik? Kenapa kami orang perusahaan saja tidak tahu apa-apa,” demikian bantahan Humas Medco yang ditirukan Rasyidin.
Hingga kini, polemik dana tali asih di wilayah ring satu operasional PT Medco masih menjadi isu sensitif. Warga berharap perusahaan segera memberikan klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di masyarakat.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Redaksi














