PARLEMEN

Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal Dorong Kolaborasi Kampus–Pemerintah untuk Perkuat Inovasi Daerah

1008
×

Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal Dorong Kolaborasi Kampus–Pemerintah untuk Perkuat Inovasi Daerah

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan industri saat menghadiri Malam Penganugerahan LLDIKTI Wilayah XIII Award 2025 di Hermes Palace Hotel, Selasa (10/2/2026). Foto Humas Banda Aceh

MITRABERITA.NET | Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri sebagai fondasi pembangunan daerah berbasis inovasi dan sumber daya manusia unggul.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Malam Penganugerahan LLDIKTI Wilayah XIII Award Tahun 2025 yang digelar di Hermes Palace Hotel, Selasa (10/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Illiza yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPR RI turut menyerahkan penghargaan kepada sejumlah perguruan tinggi swasta berprestasi se-Aceh. Acara ini turut didukung oleh Bank Syariah Nasional dan dihadiri pimpinan perguruan tinggi, civitas akademika, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan tinggi dari seluruh Aceh.

Dalam sambutannya, Illiza menegaskan bahwa Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi memiliki peran strategis sebagai pusat lahirnya gagasan dan kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut penganugerahan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk apresiasi atas dedikasi insan akademik dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

“Penghargaan ini adalah pengakuan atas kerja keras, inovasi, dan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam memajukan kampus sekaligus mendorong pembangunan daerah,” ujarnya.

Illiza menekankan bahwa tantangan pembangunan di era modern menuntut sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri. Menurutnya, kemitraan strategis menjadi kunci untuk menghadirkan solusi pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sebagai contoh konkret, Illiza memaparkan kolaborasi Pemerintah Kota Banda Aceh dengan Universitas Syiah Kuala dalam pengembangan Banda Aceh sebagai kota parfum berbasis riset dan hilirisasi komoditas nilam Aceh. Ia menyebut potensi nilam Aceh yang telah dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia harus mampu diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

“Melalui riset dan pendampingan, kita ingin memastikan potensi nilam tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku UMKM,” katanya.

Illiza juga mengungkapkan rencana keikutsertaan Banda Aceh pada festival parfum internasional di Paris, sekaligus penjajakan kerja sama sister city dengan Grasse yang dikenal sebagai kota parfum dunia. Jika terealisasi, Banda Aceh berpeluang menjadi kota parfum kedua di dunia yang mendeklarasikan diri setelah Grasse.

Selain itu, Pemerintah Kota Banda Aceh juga tengah mendorong pembentukan Banda Aceh Akademi yang mendapat dukungan dari International Labour Organization sebagai pusat pelatihan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Program tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus meningkatkan daya saing generasi muda.

Illiza juga mengajak perguruan tinggi untuk turut berperan aktif dalam penguatan kapasitas daerah, termasuk dalam penanganan kebencanaan melalui riset, pendataan, serta keterlibatan mahasiswa dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana.

Menutup sambutannya, Illiza menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan dan berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi dunia pendidikan untuk terus melahirkan inovasi serta memperkuat sinergi pembangunan daerah.

“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan institusi, tetapi juga kebanggaan masyarakat Banda Aceh. Semoga kolaborasi yang terbangun dapat melahirkan sumber daya manusia Aceh yang unggul, berakhlak, dan mampu bersaing di tingkat global,” pungkasnya.

Diketahui, dari total 68 perguruan tinggi swasta di Aceh, sebanyak 28 perguruan tinggi berada di Banda Aceh, memperkuat posisi ibu kota provinsi tersebut sebagai pusat pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia di Aceh. []

Media Online