PEMERINTAHANTREND

TP PKK Aceh Siap Kolaborasi dengan Baitul Mal Aceh Salurkan Kaki Palsu hingga ke Seluruh Gampong

202
×

TP PKK Aceh Siap Kolaborasi dengan Baitul Mal Aceh Salurkan Kaki Palsu hingga ke Seluruh Gampong

Sebarkan artikel ini
Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman menyerahkan bantuan kaki palsu kepada pasien RSUDZA sebagai bentuk kolaborasi TP PKK Aceh, RSUDZA, dan Baitul Mal Aceh di Banda Aceh, Selasa (6/1/2026). Foto: Dok. MB

MITRABERITA.NET | Tim Penggerak PKK Aceh menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dengan Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) dan Baitul Mal Aceh dalam penyaluran bantuan kaki palsu bagi masyarakat yang membutuhkan di seluruh wilayah Aceh.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Ketua TP PKK Aceh, Marlina Usman, setelah menyerahkan bantuan kaki palsu kepada pasien RSUDZA, sekaligus penyerahan donasi pegawai RSUDZA bagi korban banjir bandang serta peluncuran Duta Pelayanan Rawat Jalan, di Auditorium RSUDZA, Selasa (6/1/2026).

“Kader TP PKK Aceh yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota siap berkolaborasi dengan RSUDZA dan Baitul Mal untuk menyalurkan bantuan kaki palsu ini ke seluruh Aceh,” ujar Marlina.

Wanita yang akrab disapa Kak Na itu mengatakan, kekuatan jaringan kader PKK hingga ke tingkat gampong menjadi modal penting dalam memastikan bantuan tepat sasaran. Para kader siap turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan calon penerima manfaat.

“Kader kami siap turun melakukan pendataan di gampong-gampong untuk kemudian disampaikan kepada RSUDZA dan Baitul Mal. Dengan kolaborasi ini, Insya Allah, masyarakat yang membutuhkan bisa segera mendapatkan bantuan kaki palsu, sehingga dapat menopang aktivitas mereka agar lebih produktif,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada penyaluran, Kak Na juga menekankan pentingnya pengelolaan data penerima manfaat secara berkelanjutan. Ia menyarankan agar seluruh data penerima bantuan kaki palsu dihimpun dalam sebuah bank data, mengingat alat bantu tersebut perlu diganti secara berkala, terutama bagi penerima manfaat yang masih berada dalam usia pertumbuhan.

“Ke depan harus ada bank data, mana masyarakat penerima manfaat yang sudah menerima, berapa tahun sudah digunakan, sudah layakkah diganti dengan kaki palsu baru. Jika layak ganti, maka segera kita kirimkan kaki palsu baru atau kirim tim untuk mengukur ulang. Dengan demikian ini menjadi sebuah gerakan yang berkesinambungan,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama RSUDZA, Hanif, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kerja sama antara RSUDZA dan Baitul Mal Aceh telah berjalan selama dua tahun terakhir. Program ini menyasar masyarakat Aceh yang mengalami disabilitas, baik akibat cacat bawaan maupun amputasi karena penyakit.

“Tahun ini, meski Baitul Mal mempersiapkan anggaran untuk 100 kaki palsu, namun kapasitas produksi kita saat ini hanya mampu memenuhi 36 unit dan seluruhnya telah kita salurkan kepada masyarakat,” ungkap Hanif.

Hal senada disampaikan Ketua Baitul Mal Aceh, Tgk Muhammad Yunus. Ia menjelaskan bahwa selama ini Baitul Mal Aceh terus menjalin kerja sama dengan RSUDZA dalam berbagai program kemanusiaan, mulai dari penyaluran kaki palsu hingga bantuan pengobatan bagi penderita penyakit kronis.

Pada kesempatan tersebut, Tgk Yunus juga memberikan apresiasi kepada Ketua TP PKK Aceh atas inisiatif menggerakkan seluruh kader PKK se-Aceh untuk mendata calon penerima manfaat, sehingga program bantuan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan tepat sasaran.

Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan mampu memperluas akses bantuan alat bantu disabilitas, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh yang membutuhkan, melalui pendekatan yang berkesinambungan dan berbasis komunitas.

Editor: Redaksi

Media Online