MITRABERITA.NET | TNI Angkatan Darat melalui Program Jembatan Garuda telah membangun 35 unit Jembatan Bailey di berbagai wilayah di Aceh. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan infrastruktur serta memperkuat konektivitas antarwilayah yang sempat terganggu akibat bencana alam.
Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak mengatakan pembangunan jembatan tersebut tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik bagi masyarakat, tetapi juga menjadi simbol nyata hadirnya negara dalam membantu masyarakat di daerah yang mengalami keterbatasan akses transportasi.
“Jembatan bukan hanya sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol hadirnya negara dalam membantu mobilitas, perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Maruli, saat kunjungan kerja ke wilayah Lhokseumawe, pada Senin (9/3/2026).
Di Aceh, pembangunan Jembatan Bailey telah dilaksanakan di sejumlah kabupaten, di antaranya Kabupaten Bireuen, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Singkil hingga Kabupaten Aceh Tamiang.
Beberapa titik pembangunan berada di kawasan Teupin Mane, Cot Jeumpa, Matang Bangka, Panton Nisam, Buket Dara, Timang Gajah, Telaga Barat hingga Bandar Baru. Jembatan-jembatan tersebut dibangun untuk menggantikan infrastruktur yang rusak serta membuka kembali akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terputus.
Penggunaan konstruksi Bailey dipilih karena memiliki keunggulan dalam proses pembangunan yang relatif cepat, kuat, serta dapat dipasang di wilayah yang sulit dijangkau. Model jembatan ini juga sering digunakan sebagai solusi darurat untuk memulihkan akses transportasi di daerah yang terdampak bencana.
Maruli menegaskan, TNI Angkatan Darat akan terus berkomitmen membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah yang mengalami kerusakan akibat bencana maupun daerah dengan keterbatasan akses transportasi.
Melalui Program Jembatan Garuda, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin kuat, mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, serta distribusi barang dan jasa dapat berjalan lebih efektif.
Selain itu, keberadaan jembatan-jembatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai daerah, khususnya di Provinsi Aceh, dengan terbukanya akses transportasi yang sebelumnya terhambat. []
Editor: Redaksi
















