MITRABERITA.NET | Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris atau yang akrab disapa Syech Muharram, menegaskan bahwa setiap kebijakan dan program kerja pemerintahan harus diketahui masyarakat, karena Bupati dan Wakil Bupati digaji dengan uang rakyat.
Hal itu disampaikannya Syech Muharram dalam rapat koordinasi terkait peningkatan kualitas kinerja tim Media Center Kabupaten Aceh Besar yang digelar bersama jajaran terkait, di gedung Dekranasda Aceh Besar, Rabu malam 4 Maret 2026.
Rapat tersebut turut dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Setdakab Aceh Besar Abdullah, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Aceh Besar Muhajir, Sekretaris Diskominfo Khairul Huda, Kabid Media Mariadi, Kabag Prokopim Imam Munandar, serta tim asistensi Bupati dan seluruh anggota tim publikasi Media Center Aceh Besar.
“Kita memikul amanah masyarakat. Apapun yang kita lakukan untuk kepentingan publik, publik wajib tahu. Tidak boleh sembarangan, karena kita digaji dengan uang rakyat, kita harus menjalankan amanah rakyat dengan baik,” tegasnya.
Syech Muharram juga mengingatkan bahwa seluruh aparatur pemerintah digaji oleh rakyat, sehingga setiap kinerja harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Saya perlu orang yang bekerja, yang inovatif dan kreatif. Hasil kerja pemerintahan harus terlihat, dirasakan dan diketahui oleh masyarakat,” harapnya.
Plt Kepala Diskominfo Aceh Besar, Muhajir, juga dengan tegas menyampaikan bahwa publikasi menjadi kunci agar masyarakat Aceh Besar mengetahui capaian dan program yang dijalankan oleh pemerintah daerah.
“Apapun yang kita lakukan harus dipublikasikan ke media agar masyarakat mengetahui apa saja yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Aceh Besar,” katanya.
Menurutnya, koordinasi dan kolaborasi antar bidang perlu diperkuat, termasuk optimalisasi data dari Prokopim agar tidak sekadar menjadi berita copy-paste, melainkan dikemas lebih informatif, menarik, dan strategis.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten III Bidang Administrasi Setdakab Aceh Besar, Abdullah, juga mengajak seluruh tim untuk bersama-sama meningkatkan kualitas publikasi.
“Mari kita sama-sama berbuat untuk meningkatkan kinerja publikasi agar masyarakat mengetahui bahwa kita bekerja untuk rakyat. Evaluasi malam ini menjadi momentum untuk membenahi Media Center agar lebih baik ke depan,” ujarnya.
Promosikan Potensi dan Identitas Aceh Besar
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyoroti pentingnya membangun identitas dan citra daerah. Ia menilai Aceh Besar memiliki khazanah, kelebihan sektor kuliner, dan keindahan alam yang luar biasa, namun menurutnya berbagai kelebihan itu belum terpublikasikan secara maksimal.
Salah satu contoh yang disorot adalah keberadaan Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) yang secara administratif berada di wilayah Aceh Besar, namun pendatang lebih populer dengan bandara SIM Banda Aceh.
“Orang datang ke bandara, tetapi tidak mengetahui bahwa itu wilayah Aceh Besar. Mereka langsung menuju Banda Aceh. Padahal ini nilai tambah besar yang harus kita manfaatkan, apalagi kita daerah penyangga ibu kota provinsi,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan Media Center Aceh Besar lebih aktif mempromosikan potensi daerah serta memperkuat branding Aceh Besar sebagai daerah yang kaya sumber daya, wisata, dan peluang investasi.
Rapat koordinasi tersebut diharapkan menjadi titik awal pembenahan menyeluruh terhadap sistem kerja Media Center, sehingga mampu mendukung visi pemerintahan yang transparan, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dengan semangat evaluasi dan inovasi, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berkomitmen memastikan setiap program dan capaian pembangunan tersampaikan secara luas kepada masyarakat, sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah yang telah diberikan rakyat. []






















