MITRABERITA.NET | Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris (Syech Muharram), menerima audiensi jajaran Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (9/4/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas pemuda dalam mendorong pengembangan kreativitas serta inovasi generasi muda Aceh.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Syech Muharram menegaskan komitmennya untuk mendukung keberadaan AMANAH sebagai pusat pengembangan potensi anak muda, khususnya di bidang UMKM, pertanian modern, dan industri kreatif.
“Sudah ada gedung yang megah dan fasilitas yang lengkap, maka sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan secara optimal. Kita berharap AMANAH benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Besar,” ujar Syech Muharram.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan AMANAH dalam mengelola serta menghidupkan fasilitas yang ada, sehingga dapat menjadi pusat inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Kalau saya mendengar pemaparan tadi, tidak perlu lagi belajar atau mengikuti bimbingan teknis ke luar daerah. Semua fasilitas sudah tersedia di sini. Tinggal bagaimana kita mengelolanya bersama secara maksimal,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas SDM generasi muda Aceh. Ia mengingatkan bahwa generasi masa depan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
“Kita ingin generasi Aceh Besar menjadi generasi unggul dan hebat. Mereka harus kreatif, inovatif, dan tetap memiliki nilai-nilai budaya serta keislaman yang kuat,” tegasnya.
Syech Muharram juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, di antaranya penguatan sektor pertanian melalui program cetak sawah baru, perbaikan irigasi, pembangunan sumur bor dan pipanisasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor UMKM, perikanan, peternakan dan perkebunan.
Ia bahkan menegaskan komitmennya selama memerintah Aceh Besar untuk menjaga lahan pertanian agar tidak beralih fungsi menjadi kawasan permukiman. “Kita akan menjaga area persawahan. Tidak boleh lagi dibangun rumah atau bangunan lain di atas lahan produktif,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga menyampaikan pentingnya program pendidikan berbasis keagamaan seperti Beut Kitab Bak Sikula sebagai bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda Aceh Besar yang unggul dan hebat seperti program AMANAH.
Dalam kesempatan tersebut, Syech Muharram juga menegaskan terkait status santri yang kerap dianggap sepele dan dilabel sebagai kelompok generasi yang putus sekolah. Ia pun menegaskan bahwa santri bukan kelompok putus sekolah.
“Santri bukan berarti putus sekolah. Mereka justru melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan keagamaan. Ini bagian dari hak pendidikan yang harus kita dukung sebagai amanat dari Undang-undang Dasar Republik Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur AMANAH Dr. Safwan Nurdin, SE, MSi, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.
“Kami melihat peluang besar untuk berkembang di Aceh Besar. Bupati memiliki visi yang jelas dalam membangun daerah, dan kami siap berkolaborasi untuk mewujudkannya,” ujar Safwan.
Ia menjelaskan bahwa AMANAH merupakan pusat kreativitas dan inovasi pemuda yang diresmikan Presiden RI Ir. Joko Widodo, pada 15 Oktober 2024. Fasilitas ini dilengkapi berbagai sarana seperti studio podcast, ruang kreatif, area UMKM, hingga asrama, yang dirancang untuk mendukung pengembangan ide dan gagasan generasi muda.
Gedung AMANAH berada di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, yang menjadi zona ekonomi strategis seluas 66–71,5 hektar di Aceh Besar, berjarak 20-25 km dari Pusat Kota Banda Aceh.
“Gedung AMANAH ini menjadi wadah bagi anak-anak muda Aceh untuk mengembangkan potensi diri dan diharapkan ke depan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pihak AMANAH juga menyatakan kesiapan untuk menambah program khusus bagi santri dan dayah sebagai bagian dari penguatan SDM Aceh berbasis keislaman, sebagaimana harapan dari Bupati Aceh Besar.
Hadir dalam audiensi tersebut, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Aceh Besar, Drs. Sulaimi MSi yang mendampingi Bupati. Sementara dari pihak AMANAH, turut dihadiri pimpinan Yayasan AMANAH Saifullah, Wakil Direktur Faisal Ilyas, dan jajaran.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Aceh Besar dan AMANAH dalam menghadirkan generasi muda Aceh yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. []






















