MITRABERITA.NET | Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memperkuat langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga pangan dengan menghadirkan puluhan Gerai Pangan Murah sebagai instrumen pengendalian inflasi yang langsung menyentuh masyarakat di berbagai wilayah.
Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris dalam rapat evaluasi bersama jajaran terkait di Gedung Dekranasda Aceh Besar, pada Rabu (1/4/2026) menegaskan bahwa keberadaan Gerai Pangan Murah itu bukan sekadar program bantuan, melainkan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta menekan potensi lonjakan harga, khususnya komoditas beras.
“Gerai ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Kita harapkan mampu menekan harga di pasaran agar tetap stabil dan mencegah praktik spekulasi yang merugikan,” tegas Bupati yang akrab disapa Syech Muharram tersebut.
Saat ini, Pemkab Aceh Besar telah mengoperasikan sebanyak 80 unit Gerai Pangan Murah yang tersebar di berbagai wilayah. Gerai tersebut menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Ke depan, Pemkab menargetkan perluasan jangkauan gerai hingga mencakup seluruh 68 mukim di Aceh Besar. Bahkan, Syech Muharram sangat berkeinginan agar diupayakan setiap gampong memiliki satu gerai guna memastikan akses pangan murah semakin dekat dengan masyarakat.
Selain memperluas distribusi, Pemkab Aceh Besar juga berencana meningkatkan transparansi harga melalui publikasi rutin. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat memantau perkembangan harga secara langsung, sekaligus menciptakan mekanisme kontrol sosial terhadap potensi praktik perdagangan yang tidak sehat.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menekankan pentingnya penguatan sektor hulu, khususnya dalam perencanaan produksi pertanian. Menurutnya, diperlukan pemetaan wilayah tanam yang disesuaikan dengan kondisi tanah, suhu, serta karakteristik geografis masing-masing daerah.
“Kita tidak boleh memaksakan jenis tanaman tanpa melihat kondisi wilayah. Semua harus berbasis data agar hasilnya optimal dan tidak merugikan petani,” ujarnya.
Syech Muharram menegaskan bahwa pengendalian harga dan penguatan ketahanan pangan akan terus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari produksi, distribusi, hingga pengawasan pasar.
Melalui langkah ini, Pemkab Aceh Besar optimistis dapat menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesejahteraan petani, serta membangun kepercayaan publik terhadap peran pemerintah dalam melindungi kepentingan masyarakat secara berkelanjutan. []






















