OTOMOTIF

Sebelum Tesla dan BYD, Mobil Listrik Sudah Mengaspal Sejak Abad ke-19

15151
×

Sebelum Tesla dan BYD, Mobil Listrik Sudah Mengaspal Sejak Abad ke-19

Sebarkan artikel ini
Mobil listrik era tahun 1990-an. Foto: Britanica

MITRABERITA.NET | Mobil listrik kerap dianggap sebagai simbol kemajuan otomotif modern. Popularitasnya memang baru melejit dalam satu dekade terakhir, seiring meningkatnya kesadaran global terhadap energi bersih dan teknologi ramah lingkungan.

Namun di balik euforia tersebut, ada fakta menarik yang kerap luput dari perhatian, seperti dikutip dari berbagai sumber, mobil listrik ternyata sudah hadir jauh sebelum mesin bensin mendominasi jalanan dunia.

Jejak kendaraan listrik pertama kali tercatat pada awal abad ke-19. Mengutip sejumlah literatur otomotif dan sejarah industri, mobil listrik lahir pada era 1800-an, bahkan sebelum kendaraan bermesin pembakaran internal berkembang pesat.

Meski wujudnya masih sederhana dan teknologinya terbatas, konsep dasar mobil listrik sudah terpenuhi sejak saat itu.

Kisahnya bermula dari Robert Anderson, seorang insinyur asal Skotlandia, yang pada rentang 1832–1839 menciptakan trem bertenaga listrik dengan baterai sekali pakai.

Inovasi tersebut kemudian disempurnakan oleh Robert Davidson pada 1837 melalui lokomotif listrik bernama Galvani. Kendaraan itu mampu melaju hingga 6,5 km/jam sebelum baterainya habis, sebuah capaian luar biasa pada masanya.

Perkembangan signifikan terjadi pada 1859, ketika baterai isi ulang berhasil ditemukan. Penemuan ini membuka jalan bagi para insinyur Eropa untuk merancang kendaraan listrik yang lebih praktis.

Tak butuh waktu lama, pada 1884 Thomas Parker dari Inggris berhasil menciptakan purwarupa mobil listrik yang lebih mendekati konsep kendaraan modern.

Tonggak penting berikutnya hadir pada 1887, ketika William Morrison di Des Moines, Iowa, Amerika Serikat, memperkenalkan mobil listrik yang memenuhi standar sebagai kendaraan penumpang.

Mobil tersebut dipamerkan dalam parade kota setahun kemudian dan mencuri perhatian publik pada ajang World’s Columbian Exhibition di Chicago pada 1893.

Mobil listrik ciptaan Morrison menggunakan penggerak roda depan dan baterai yang dapat diisi ulang. Mesinnya hanya bertenaga 4 daya kuda, namun mampu melaju hingga 32 km/jam dengan jarak tempuh sekitar 80 kilometer dalam kondisi baterai penuh, spesifikasi yang tergolong revolusioner di era tersebut.

Memasuki 1894, mobil listrik mulai dikomersialkan melalui kehadiran Electrobat. Kendati dinilai lambat dan berukuran besar, kendaraan ini membuka jalan bagi layanan transportasi listrik.

Dua tahun kemudian, taksi listrik Hansom Cab mulai beroperasi dan menjadi pesaing langsung kereta kuda di perkotaan.

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, mobil listrik bahkan menjadi ajang adu kecepatan dalam berbagai perlombaan. Keterbatasan performa dan daya tahan baterai mendorong para insinyur untuk terus berinovasi mencari keseimbangan antara tenaga dan efisiensi.

Menariknya, dua tokoh besar dunia teknologi, Thomas Alva Edison dan Henry Ford, sempat mengembangkan purwarupa mobil listrik di awal abad ke-20.

Namun keduanya akhirnya beralih ke mesin bensin yang dinilai lebih menjanjikan, mengingat listrik saat itu belum tersedia secara luas dan pasarnya masih sangat terbatas.

Industri otomotif kembali dikejutkan dengan kehadiran Detroit Electric pada 1923. Mobil listrik ini tergolong canggih di zamannya, dengan kecepatan maksimum 41 km/jam dan jarak tempuh hingga 128 kilometer.

Selama tiga dekade pemasaran, Detroit Electric terjual sekitar 35 ribu unit, angka yang membuktikan mobil listrik bukan sekadar eksperimen.

Perkembangan selanjutnya berlangsung semakin progresif. Pada 1966, General Motors meluncurkan Electrovair dengan tenaga 115 daya kuda, kecepatan puncak 130 km/jam, dan jarak tempuh hampir 130 kilometer.

Kemudian, pada 1996, regulasi zero-emission di sejumlah negara bagian Amerika Serikat mendorong produsen otomotif mempercepat riset kendaraan listrik.

Era modern mobil listrik benar-benar dimulai pada 2003 dengan kemunculan Tesla. Didirikan Martin Eberhard dan Marc Tarpenning, lalu dikembangkan lebih agresif setelah diambil alih Elon Musk pada 2008.

Ilustrasi mobil listrik terparkir sedang mengisi daya. (Foto: IDN Financials

Tesla sukses menjadikan mobil listrik sebagai produk arus utama. Model seperti Roadster, Model S, Model 3, dan Model Y menjelma ikon global.

Gelombang elektrifikasi kemudian diikuti pabrikan Jepang melalui Nissan Leaf yang meluncur pada 2010. Kesuksesan model ini membuka mata industri otomotif dunia bahwa mobil listrik memiliki masa depan cerah.

Kini, hampir seluruh produsen otomotif global berlomba menghadirkan kendaraan listrik. Bahkan, peta kekuatan industri telah bergeser.

Jika dulu Amerika Serikat dan Jepang menjadi pionir, kini China tampil sebagai pemain utama lewat merek-merek besar seperti BYD, Geely, Chery, hingga Xiaomi.

Sejarah panjang mobil listrik pun membuktikan bahwa teknologi masa depan ini sesungguhnya berakar dari inovasi masa lalu.

Editor: Redaksi

Media Online