EDUKASI

Ratusan Siswa Aceh Singkil Dibekali Pelatihan Kebencanaan dan Konservasi Rawa Gambut

172
×

Ratusan Siswa Aceh Singkil Dibekali Pelatihan Kebencanaan dan Konservasi Rawa Gambut

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 350 siswa SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Aceh Singkil mengikuti pelatihan kebencanaan dan pendidikan konservasi rawa gambut sebagai upaya mitigasi bencana hidrometeorologi, Sabtu (10/1/2026). Foto: Dok. PKGB Banda Aceh

MITRABERITA.NET | Upaya memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi berbasis pendidikan terus digalakkan di Kabupaten Aceh Singkil. Sebanyak 350 siswa SMA, SMK, dan MA mengikuti pelatihan kebencanaan serta pendidikan konservasi rawa gambut, pada Sabtu (10/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas generasi muda dalam menghadapi risiko bencana hidrometeorologi, sekaligus menanamkan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem rawa gambut yang kian terancam akibat alih fungsi lahan.

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Pusat Riset Konservasi Gajah dan Biodiversitas Hutan (PKGB) Universitas Syiah Kuala bekerja sama dengan MGMP Biologi Kabupaten Aceh Singkil, dengan dukungan pendanaan dari Wildland Link International (WLI) dan Wildfowl & Wetlands Trust (WWT). Kegiatan dipusatkan di Aula SMAN 2 Gunung Meriah, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil.

Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Singkil, Handoko, S.P., M.Eng. Dalam sambutannya, Handoko menyampaikan keprihatinan atas semakin berkurangnya tutupan hutan rawa gambut di Aceh Singkil.

“Alih fungsi lahan yang tidak terkendali berpotensi memperbesar risiko bencana. Karena itu, edukasi lingkungan kepada pelajar menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan alam dan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Ketua MGMP Biologi Kabupaten Aceh Singkil, Mulyadi Kombih, S.Pd., M.Pd., turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak positif bagi penguatan pendidikan lingkungan di sekolah.

Selain 350 siswa, kegiatan ini juga melibatkan kelompok pemuda serta dewan guru dari 13 SMA/SMK/MA se-Kabupaten Aceh Singkil.

Sejumlah narasumber kompeten dihadirkan untuk memberikan materi kebencanaan dan konservasi. Ketua PKGB Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Abdullah, S.Pd., M.Si., menegaskan pentingnya rawa gambut sebagai penyangga kehidupan dan benteng mitigasi bencana.

“Rawa gambut bukan hanya penyimpan karbon terbesar, tetapi juga penopang ekosistem dan kehidupan masyarakat. Siswa harus berperan sebagai agen perubahan, mulai dari mencegah alih fungsi lahan hingga mengampanyekan perlindungan ekosistem ini agar tetap lestari bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, Zeki Pantramansyah dari BKSDA mengungkapkan bahwa rawa gambut Singkil menyimpan kekayaan flora dan fauna yang sangat penting.

“Kawasan ini merupakan habitat berbagai mamalia, reptil, dan ratusan jenis burung, termasuk satwa dilindungi. Perlindungan bersama sangat diperlukan agar keanekaragaman hayati tersebut tidak punah akibat tekanan aktivitas manusia,” katanya.

Sebagai pembicara undangan, Yuri Gagarin, S.Pd., M.Pd., Dosen Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, menyoroti posisi strategis rawa gambut Singkil yang berada di jalur migrasi burung internasional East Asian–Australasian Flyway (EAAF).

“Rawa gambut Singkil merupakan titik singgah penting bagi burung migran. Upaya perlindungan fauna dan habitatnya harus ditingkatkan agar migrasi burung tetap aman dan keseimbangan ekosistem terjaga,” paparnya.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim PKGB Banda Aceh yang terdiri dari Hanif Raihan, Samsul Muarrif, Muammar F, Cut Sarah, dan Naura, bekerja sama erat dengan MGMP Biologi Aceh Singkil.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para siswa untuk lebih peduli dan berperan aktif dalam menjaga kelestarian rawa gambut sebagai benteng alami mitigasi bencana hidrometeorologi di Aceh Singkil.

Editor: Redaksi

Media Online