TRENDUTAMA

PT Solusi Bangun Andalas dan Basagemil Toreh Prestasi Nasional di Subroto Award 2025

988
×

PT Solusi Bangun Andalas dan Basagemil Toreh Prestasi Nasional di Subroto Award 2025

Sebarkan artikel ini
Tim Community Relation Solusi Bangun Andalas meninjau langsung pengolahan limbah kelapa yang dilakukan Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil). Foto: Humas PT SBA

MITRABERITA.NET | Di pesisir Lhoknga, Aceh Besar, tumpukan limbah kelapa yang dulu dianggap sampah kini menjelma menjadi sumber penghidupan baru bagi warga. Lewat tangan-tangan kreatif anak muda Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil) dan dukungan PT Solusi Bangun Andalas, limbah itu berubah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, sekaligus mengantarkan Aceh ke panggung nasional lewat Subroto Award 2025.

Melalui program “Sobat Si Abes” (Solusi Bersama Jaga Ekosistem Pesisir dan Laut Bebas Sampah), kolaborasi antara PT Solusi Bangun Andalas (SBA) dan Basagemil sukses mengubah masalah lingkungan menjadi peluang berkelanjutan.

Kini, buah kerja keras itu mengantarkan mereka meraih Subroto Award 2025 untuk kategori Program Pemberdayaan Masyarakat Terinovatif dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam Subroto Award 2025 di Hotel Kempinski Jakarta, pada 24 Oktober 2025 lalu, yang turut dihadiri Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

General Manager PT Solusi Bangun Andalas, R. Adi Santosa, menyebut penghargaan ini sebagai hasil nyata dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi berkelanjutan yang berpihak pada masyarakat.

“Keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari laba, tetapi dari manfaat yang bisa dirasakan masyarakat. Program pengelolaan limbah kelapa ini wujud kepedulian kami untuk menjaga ekosistem sekaligus memperkuat budaya Meuseuraya (gotong royong),” ujar Adi Santosa.

Melalui keterangan tertulis kepada media, Jumat Kamis 30 Oktober 2025, ia menjelaskan bahwa program Sobat Si Abes lahir dari keprihatinan terhadap menumpuknya limbah kelapa di pesisir Desa Meunasah Mesjid, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.

Melalui kemitraan dengan Basagemil, limbah yang semula menjadi sumber pencemaran kini diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti cocofiber dan cocopeat.

Cocofiber digunakan sebagai penyaring air di kafe BUMG Meunasah Balee di Pantai Tebing Lampuuk, sehingga air hasil saringannya bisa dimanfaatkan kembali untuk kolam ikan lele.

Sementara cocopeat dijadikan media tanam dan pupuk organik oleh kelompok petani hydrofarm di Desa Lamkruet untuk budidaya cabai dan tomat.

“Dulu limbah kelapa menumpuk di pantai dan sungai, menimbulkan bau dan mencemari laut. Sekarang semua bisa dimanfaatkan, bahkan jadi sumber penghasilan,” ungkap Alhadi, Ketua Kelompok Basagemil.

Menariknya, cocopeat ini juga digunakan sebagai campuran pakan ternak bebek serati, meningkatkan berat bebek hingga 450 gram hanya dalam 25 hari, inovasi sederhana namun berdampak besar bagi efisiensi biaya peternak lokal.

Program Sobat Si Abes bukan hanya menjaga ekosistem, tapi juga memberdayakan masyarakat pesisir. Sejak program dimulai pada 2022, Basagemil berhasil meningkatkan volume pengumpulan sampah plastik dari 20 kg menjadi 500 kg per tahun, dan pengelolaan limbah kelapa dari 25 ton menjadi 50 ton pada 2024.

Kini, Basagemil telah berkembang menjadi yayasan resmi yang mampu mengelola produksi dan pemasaran mandiri. Kolaborasi ini menjadi contoh praktik ekonomi sirkular yang efektif, di mana aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi tumbuh bersama.

“Sobat Si Abes bukan sekadar CSR, tapi model kolaborasi berkelanjutan yang menciptakan shared value antara perusahaan dan masyarakat,” tegas Adi Santosa.

Dengan keberhasilan ini, PT Solusi Bangun Andalas berharap program tersebut bisa direplikasi ke wilayah pesisir lainnya, memperkuat gerakan ekonomi hijau dan pemberdayaan masyarakat di seluruh Indonesia.

Editor: Redaksi

Media Online