MITRABERITA.NET | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Besar terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga awal Maret 2026, jumlah penerima manfaat tercatat mencapai 125.092 orang yang tersebar di 23 kecamatan, mulai dari wilayah pesisir Lhoong hingga dataran tinggi Lembah Seulawah.
Data terbaru mencatat serapan terbesar berasal dari jenjang pendidikan dasar. Kelompok SD kelas 1–3 sebanyak 14.048 siswa dan SD kelas 4–6 sebanyak 16.155 siswa. Jika diakumulasikan dengan jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang mencapai 11.928 siswa, maka total penerima di tingkat dasar menjadi yang terbesar dengan angka 42.131 siswa.
Program ini juga menjangkau jenjang pendidikan menengah (SMP/MTs/SMA/SMK/MA) sebanyak 33.692 siswa, serta menyasar 17.989 balita sebagai upaya intervensi gizi dini.
Selain itu, MBG menyentuh sektor pendidikan berbasis agama dengan melayani 5.904 santri di berbagai pondok pesantren atau Dayah, serta memberikan layanan bagi 11.833 anak di tingkat PAUD, TK, RA, dan SLB.
Tak hanya menyasar peserta didik, MBG di Aceh Besar juga menyentuh kelompok rentan lainnya, yakni 2.108 ibu hamil dan 5.004 ibu menyusui. Program ini turut didukung oleh ekosistem pendidikan dan kesehatan dengan melibatkan aktif 5.159 guru, 760 tenaga kependidikan, serta 514 kader posyandu dan tenaga kesehatan di tingkat gampong.
Dari sisi infrastruktur layanan, tercatat sebanyak 50 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif beroperasi di Aceh Besar. Mayoritas dikelola oleh mitra masyarakat, yayasan, dan UMKM sebanyak 47 unit. Sisanya merupakan unit kolaborasi yang melibatkan unsur POLRI (2 unit) dan TNI AU (1 unit) untuk memastikan jangkauan layanan hingga ke wilayah sulit.
Program ini juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat. Sebanyak 2.282 tenaga kerja lokal terserap di seluruh rantai distribusi, mulai dari kepala SPPG, ahli gizi, juru masak, hingga tenaga logistik dan keamanan. Di sektor kemitraan, tercatat 260 supplier lokal terlibat aktif, yang terdiri dari 114 UMKM, 2 BUMDes, 2 Koperasi, serta 142 supplier lainnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menilai capaian ini menandai fase konsolidasi program. Ke depan, fokus utama adalah pemerataan layanan hingga ke wilayah terpencil seperti Pulo Aceh, penguatan mutu dan keamanan pangan melalui sertifikasi halal, serta peningkatan tata kelola data lintas sektor.
Secara keseluruhan, MBG di Aceh Besar menjadi program strategis yang tidak hanya memperkuat fisik generasi muda Aceh, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi produktif hingga ke tingkat gampong secara nyata. []






















