DINAMIKAUTAMA

Presiden Prabowo Tidak Perlu Cari Tongkat Nabi Musa, Cukup Hentikan Omon-omon!

17596
×

Presiden Prabowo Tidak Perlu Cari Tongkat Nabi Musa, Cukup Hentikan Omon-omon!

Sebarkan artikel ini
Mantan Aktivis Referendum Aceh Darnisaf Husnur alias Bang Saf. Foto: Dok. MB

MITRABERITA.NET | Mantan Aktivis Referendum Aceh, Darnisaf Husnur alias Bang Saf kembali angkat bicara soal penanganan bencana di Aceh yang menurutnya terkesan pura-pura. Padahal kata Bang Saf, Presiden Prabowo Subianto sudah tiga kali mengunjungi Aceh, tapi tidak ada kebijakan yang berarti untuk percepatan pemulihan pasca bencana.

“Saya melihat berita, sudah tiga kali Presiden Prabowo Subianto ke Aceh, hanya transit saat pergi keluar negeri dan pulang dari luar negeri. Memantau Bireuen dan Aceh Tengah, sebelumnya hanya ke Aceh Tenggara, tapi sayangnya tidak ada kebijakan percepatan pemulihan pasca bencana seperti diharapkan masyarakat,” ujarnya.

Bang Saf menilai kunjungan Presiden ke lokasi banjir hanya buang-buang waktu dan terkesan sarat pencitraan, sementara rakyat membutuhkan penanganan dan pemulihan cepat, tidak cukup hanya datang untuk melihat-lihat.

Dalam keterangan kepada media, Sabtu 13 Desember 2025, Bang Saf juga menyinggung ungkapan Presiden Prabowo Subianto di lokasi banjir yang mengatakan agar jangan lagi menebang pohon, dan tidak punya tongkat Nabi Musa.

“Untuk menangani bencana Sumatera tidak perlu tongkat Nabi Musa, cukup hentikan omon-omon dan keluarkan status Darurat Bencana Nasional, maka semua akan lebih mudah, jangan sibuk mencari tongkat ajaib dalam tumpukan kayu hasil kejahatan korporasi yang telah menyebabkan kehilangan banyak nyawa,” katanya.

Bang Saf mengaku sangat menyesalkan sikap seorang pimpinan negara yang tidak mau maksimal menangani bencana di aceh dan Sumatera. “Padahal tidak perlu menunggu Jawa tenggelam untuk menetapkan status Darurat Bencana Nasional,” sindirnya.

Ia menegaskan, Sumatera juga bagian dari Indonesia. Itu sebabnya, perlakuan yang terkesan tidak adil saat Sumatera dilanda bencana hanya akan merugikan negara di masa depan.

“Saat ini mungkin masyarakat belum pulih usai diterjang banjir, nanti kalau sudah pulih tiba-tiba Sumatera membangkang, siapa yang dirugikan? Jangan menunggu bencana yang lebih besar, tetapkan status Darurat Bencana Nasional agar penanganan dan pemulihan pasca bencana lebih cepat,” tutupnya.

Penulis: Hidayat Pulo | Editor: Redaksi

Media Online