NASIONAL

Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Kepemimpinan untuk Rakyat, Bukan Kepentingan Pribadi

10465
×

Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Kepemimpinan untuk Rakyat, Bukan Kepentingan Pribadi

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Foto: BPMI Setpres

MITRABERITA.NET | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, wajib memahami peran dan tanggung jawabnya secara utuh dalam melayani rakyat.

Penegasan itu disampaikan Presiden saat memberikan taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Presiden Prabowo menekankan bahwa rakyat Indonesia mendambakan kehidupan yang tenteram, harmonis, serta kepemimpinan yang adil, jujur, dan berpihak pada kepentingan umum.

“Mereka berharap, bahkan mereka mendambakan selalu pemimpin yang baik, pemimpin yang adil, pemimpin yang jujur, pemimpin yang bekerja untuk kepentingan rakyat semuanya, bukan segelintir orang,” tegas Presiden.

Presiden juga mengingatkan bahwa rakyat tidak menyukai pemimpin yang hanya mengedepankan kepentingan pribadi atau kelompoknya sendiri, serta abai terhadap kepentingan masyarakat luas.

Rakornas tersebut dinilai Presiden sebagai momentum penting untuk menyatukan visi dan komitmen seluruh aparatur negara. Ia menyebut hampir seluruh unsur pemerintahan hadir dalam forum tersebut.

“Hari ini bagi saya adalah suatu kesempatan yang baik. Saya bisa bertatap muka dengan hampir bisa dikatakan 99 persen pemerintah Republik Indonesia, dari tingkat pusat sampai tingkat daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung pandangan sebagian pihak yang kerap menyebut Indonesia sebagai the impossible nation atau negara yang dianggap sulit dikelola.

Menurutnya, kondisi tersebut justru menuntut kepemimpinan yang waspada, memahami situasi, serta berlandaskan pengetahuan dan kesadaran sejarah bangsa.

“Kita harus jadi pemimpin yang mengerti sejarah kita, yang mengerti latar belakang bangsa kita, yang mengerti sejarah Nusantara dari Sabang sampai Merauke,” kata Presiden.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia dibangun di atas pengorbanan besar rakyat, sehingga setiap pemimpin memiliki kewajiban moral untuk mengabdi sepenuhnya kepada bangsa dan negara.

“Negara yang sekarang ada dalam kendali kita dibangun atas pengorbanan rakyat yang sangat besar. Karena itu, kita tidak boleh lupa bahwa keberadaan kita adalah untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat. Ini mudah diucapkan, tetapi harus dibuktikan,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Media Online