MITRABERITA.NET | Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh Besar kembali menunjukkan eksistensinya dalam membina generasi muda dengan menggelar program Leadership Basic Training (LBT). Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 28 Februari hingga 5 Maret 2026 di SMPN 1 Darul Imarah.
Rencana pelaksanaan pelatihan kader ini mengemuka dalam rapat koordinasi antara panitia pelaksana dengan Pemerintah Kecamatan Darul Imarah serta para keuchik se-Kecamatan Darul Imarah yang digelar di Gedung UDKP Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, pada Ahad (22/2/2026).
PII sendiri dikenal sebagai organisasi kepelajaran tertua di Indonesia yang berdiri di Yogyakarta pada 4 Mei 1947. Organisasi ini sejak awal bertujuan menjadi wadah pembinaan pelajar Islam, khususnya dalam penguatan pemahaman keagamaan dan kaderisasi kepemimpinan generasi muda.
Dalam perjalanannya, aktivitas PII sempat meredup pada masa pemerintahan Orde Baru. Namun pascareformasi, organisasi ini kembali bangkit dan aktif menggelar berbagai pelatihan kader, seperti Leadership Basic Training, pelatihan public speaking, dan kegiatan pembinaan lainnya.
Sekretaris Kecamatan Darul Imarah, Hasrul Fuadi, dalam arahannya mengajak para keuchik untuk aktif mendukung pembinaan generasi muda di wilayah tersebut. Ia menilai kehadiran PII sebagai wadah pembinaan pelajar sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Kita patut berbangga dengan hadirnya PII yang dimotori oleh kader-kader muda Aceh Besar. Keinginan PII mengelar training di Darul Imarah, patut kita apresiasi dan mendapat dukungan dari kita semua. Melalui pembinaan kader seperti yang dilakukan Pelajar Islam Indonesia, tentu akan melahirkan kader muda militan yang menegakkan amal makruf nahi mungkar di Bumi Serambi Mekkah,” ujar Hasrul.
Ia juga mengajak seluruh keuchik dan masyarakat untuk turut membantu menyukseskan kegiatan tersebut, terlebih karena berlangsung pada momentum bulan suci Ramadhan.
“Demi suksesnya program PII ini, perlu dukungan dan bantuan kita semua, tidak hanya bantuan moral, akan tetapi juga diperlukan bamtuan materil, seperti tikar, bantal, nasi bungkus dan snack berbuka,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Leadership Basic Training PII Aceh Besar, Yudi Assidiqi, didampingi Sekretaris Panitia Aqil Abrar, menyampaikan bahwa persiapan kegiatan telah hampir rampung.
Menurutnya, berbagai kebutuhan utama seperti tempat kegiatan, narasumber, hingga perizinan telah dipersiapkan. Meski demikian, dukungan masyarakat tetap dibutuhkan demi kelancaran pelaksanaan kegiatan.
“Alhamdulillah semua kebutuhan training sudah semakin mendekati final, seperti tempat, nara sumber dan perizinan. Walaupun begitu, kami sangat berharap bantuan dan dukungan masyarakat Darul Imarah, khususnya para keuchik dalam kecamatan Darul Imarah yang hadir saat ini,” harapnya.
Pada akhir rapat, para keuchik se-Kecamatan Darul Imarah menyatakan komitmen mendukung kegiatan tersebut dengan menyumbangkan masing-masing 50 bungkus nasi dari setiap gampong untuk kebutuhan peserta selama pelatihan.
Program Leadership Basic Training ini diharapkan menjadi langkah awal kebangkitan PII Aceh Besar dalam mencetak kader muda yang berintegritas, berwawasan kepemimpinan, serta berperan aktif dalam pembangunan masyarakat di Aceh. []







