EKONOMI & BISNIS

Perbaikan Layanan MBG Dipercepat, Kareg Aceh Gelar Rakor dan Trauma Healing

×

Perbaikan Layanan MBG Dipercepat, Kareg Aceh Gelar Rakor dan Trauma Healing

Sebarkan artikel ini
Kareg Aceh menggelar rapat koordinasi bersama tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Bireuen, Selasa (3/3/2026), guna memperkuat pemulihan pasca Kejadian Menonjol sekaligus meningkatkan pengawasan layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: SPPG Regional Aceh

MITRABERITA.NET | Kepala Regional (Kareg) SPPG Aceh Mustafa Kamal melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bireuen guna memperkuat langkah pemulihan pasca terjadinya Kejadian Menonjol (KM) serta memastikan peningkatan kualitas layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Selasa 3 Maret 2026.

Kunjungan ini tidak hanya difokuskan pada pemulihan situasi di lapangan melalui kegiatan trauma healing, tetapi juga diisi dengan rapat koordinasi bersama sejumlah pihak terkait, di antaranya Kepala SPPG, PLO Gizi, serta PLO Akuntan.

Dalam pertemuan tersebut, Kareg Aceh Mustafa Kamal menegaskan bahwa perbaikan layanan akan dilakukan secara terukur dan sistematis, terutama melalui penguatan komunikasi publik serta peningkatan pengawasan terhadap operasional layanan di lapangan.

Rapat koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah langkah strategis yang akan segera diterapkan guna memastikan pelayanan berjalan aman, tertib, dan akuntabel.

Salah satu fokus utama adalah aktivasi kanal informasi resmi dan media sosial SPPG agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat mengenai pelaksanaan program MBG. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman serta memastikan transparansi kepada publik.

Selain itu, tim juga menekankan pentingnya penegakan standar operasional dapur, termasuk penerapan standar sanitasi dan kelayakan fasilitas seperti SLHS, IKL, serta sistem pengelolaan limbah (IPAL) sesuai ketentuan yang berlaku.

Upaya pembenahan juga menyasar peningkatan fasilitas kerja bagi tim di lapangan. Pemerintah memastikan tersedianya ruang istirahat dan ruang privasi yang layak bagi petugas, guna menunjang kenyamanan dan kinerja mereka dalam memberikan pelayanan.

Di sisi lain, evaluasi terhadap siklus menu makanan akan dilakukan secara berkala setiap dua minggu. Mekanisme pelaporan formal juga disiapkan untuk menindaklanjuti apabila ditemukan ketidaksesuaian menu di lapangan.

Tak hanya itu, program ini juga terus mendorong pelibatan UMKM lokal sebagai mitra penyedia kebutuhan, sehingga program MBG tidak hanya memberikan manfaat gizi bagi penerima layanan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Melalui berbagai langkah tersebut, Kareg Aceh berharap kualitas layanan MBG di Aceh ke depan dapat semakin optimal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung upaya perbaikan tersebut dengan menyebarkan informasi yang benar serta memberikan masukan konstruktif demi peningkatan pelayanan ke depan. []

Editor: Redaksi

Media Online