DAERAH

Pemuda Subulussalam Serukan Jaga Kondusifitas di Tengah Dinamika Politik dan Dorong Kesejahteraan Berbasis CSR

×

Pemuda Subulussalam Serukan Jaga Kondusifitas di Tengah Dinamika Politik dan Dorong Kesejahteraan Berbasis CSR

Sebarkan artikel ini
Sejumlah organisasi kepemudaan di Kota Subulussalam menyatakan komitmen menjaga kondusifitas daerah dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat melalui dialog dan kolaborasi, Sabtu malam 21 Februari 2026. Foto: Mitraberita

MITRABERITA.NET | Di tengah dinamika sosial dan politik yang berkembang di Kota Subulussalam, sejumlah organisasi kepemudaan menyatakan komitmen bersama untuk menjaga kondusifitas daerah serta memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, khususnya generasi muda.

Plh Ketua Perpas, Abdul Ujung, menegaskan bahwa situasi politik yang berkembang saat ini berdampak pada seluruh elemen masyarakat. Karena itu, pemuda harus tampil sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan persatuan.

“Semua elemen masyarakat terdampak oleh dinamika politik ini. Sebagai pemuda, kita harus siap menjaga kondusifitas. Kekhususan Aceh harus kita jaga dengan baik. Jangan sampai ada upaya adu domba. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedamaian,” tegas Abdul Ujung, Sabtu malam 21 Februari 2026.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mengagendakan estafet diskusi di setiap kecamatan guna menyerap aspirasi pemuda dan masyarakat. Forum Group Discussion (FGD) juga akan diupayakan menghadirkan DPRK serta pimpinan perusahaan agar duduk bersama membahas berbagai persoalan secara terbuka dan konstruktif.

“Kita ingin menghadirkan DPRK dan pimpinan perusahaan dalam satu meja diskusi. Dengan duduk bersama, kita bisa mencari solusi atas persoalan sosial dan politik yang berkembang,” tambahnya.

Ketua Perpena, RA Jufri Bancin, menyoroti persoalan sosial yang terjadi di Subulussalam, termasuk dinamika politik yang berkaitan dengan keluhan masyarakat terhadap PT Laot Bangko. Menurutnya, terlepas dari proses politik seperti hak angket DPRK, masyarakat masih membutuhkan ruang dialog yang adil dan terbuka.

Sekjen Rinto Berutu menambahkan bahwa toleransi harus tetap dijaga dalam setiap perbedaan pandangan. Ia menilai perlu adanya gerakan bersama dari pemuda untuk menyatakan sikap menjaga kedamaian dan menyatukan barisan agar persoalan sosial-politik dapat diselesaikan secara bijak.

“Perlu gerakan bersama yang menyatakan sikap untuk menjaga kedamaian dan menyatukan kepemudaan, agar persoalan sosial dan politik bisa diselesaikan dengan kepala dingin,” ujarnya.

Ketua IKAPAS, Muhammad Jhony, menyampaikan bahwa persoalan yang dihadapi pemuda saat ini cukup kompleks. Namun demikian, atas nama kepemudaan, pihaknya tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Ketidakkompakan pemuda tidak boleh terjadi. Organisasi kepemudaan harus diaktifkan kembali. Kondusifnya Kota Subulussalam tidak terlepas dari peran pemuda,” katanya, sembari mengapresiasi inisiatif silaturahmi dan diskusi yang telah diagendakan.

Ketua Pc SAPMA PP, Mustaqim Hutabarat, menegaskan bahwa pemuda harus menjadi agen perubahan dalam berbagai sektor, baik sosial, politik, maupun ekonomi. Ia juga mendorong perusahaan agar mampu berkolaborasi dengan pemuda demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Pemuda adalah penjaga marwah Kota Subulussalam. Perusahaan harus bisa berkolaborasi dengan pemuda. CSR harus menjadi prioritas agar pemuda dan masyarakat bisa sejahtera dan hidup berdampingan secara harmonis,” ujarnya.

Senada dengan itu, Muda Seudang Toto menyampaikan bahwa dinamika sosial dan politik adalah hal yang biasa dalam demokrasi, namun persatuan harus tetap dijaga. Ia juga menekankan pentingnya pendetailan dan penguatan implementasi qanun CSR agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Longkib Iparlop, Anjar Asmara, meminta agar perwakilan pemuda dapat duduk bersama pihak perusahaan untuk menyusun agenda bersama yang konstruktif dan berkelanjutan.

Ketua Pemuda Kecamatan P3KR Runding, Dekcik Kombih, menegaskan bahwa silaturahmi antar pemuda di setiap kecamatan akan terus dijaga sebagai bagian dari upaya menjaga kondusifitas daerah.

Secara keseluruhan, para tokoh kepemudaan sepakat bahwa persatuan adalah kunci. Mereka menyerukan agar seluruh pemuda Subulussalam tetap kompak, tidak mudah terprovokasi, serta terus mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan.

Melalui penguatan peran organisasi kepemudaan, optimalisasi qanun CSR, serta sinergi dengan DPRK dan perusahaan, pemuda Subulussalam berkomitmen menjadi penjaga kedamaian sekaligus motor penggerak kesejahteraan masyarakat. []

Media Online