SUMATERA

Pemprov Sumut Buka Kesempatan Magang ke Jepang

2185
×

Pemprov Sumut Buka Kesempatan Magang ke Jepang

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara, Yuliani Siregar. Foto Humas Pemprov Sumut

MITRABERITA.NET | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) membuka peluang magang kerja ke Jepang sebagai bagian dari upaya menekan angka pengangguran di daerah tersebut.

Program ini dijalankan melalui Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara yang menyediakan jalur magang nasional maupun internasional bagi para pencari kerja.

Kepala Disnaker Sumut, Yuliani Siregar, mengatakan kesempatan tersebut diharapkan dapat membuka akses kerja lebih luas bagi masyarakat sekaligus meningkatkan keterampilan tenaga kerja.

“Program magang ada yang di dalam negeri dan ada yang magang ke luar negeri yakni ke Jepang. Kesempatan ini kita buka untuk mengurangi angka pengangguran di Sumatera Utara,” ujar Yuliani, Kamis (19/2/2026).

Program magang nasional yang dimulai sejak 2025 merupakan bagian dari agenda ketenagakerjaan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Di Sumatera Utara, program tersebut telah menyerap sekitar 2.800 tenaga kerja yang kini bekerja di berbagai perusahaan dan rumah sakit.

Untuk mengikuti program ini, pencari kerja dapat mendaftar melalui aplikasi milik Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Peserta yang lolos seleksi akan ditempatkan di perusahaan yang terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) dan menjalani masa magang selama enam bulan dengan biaya ditanggung negara.

“Setelah selesai magang, kita berharap peserta bisa melanjutkan bekerja di perusahaan tersebut,” kata Yuliani.

Selain program nasional, Disnaker Sumut juga membuka kesempatan magang ke Jepang melalui kerja sama pemerintah Indonesia dan lembaga program magang Jepang (IM Jepang). Program ini dibuka dua kali dalam setahun, yakni April dan September, dengan kuota masing-masing gelombang sebanyak 200 orang.

Pendaftaran gelombang April saat ini telah dibuka dan dapat dilakukan langsung di kantor Disnaker Sumut. Peserta akan melalui seleksi meliputi kemampuan akademik seperti matematika, kemampuan fisik, serta kemampuan berbahasa Jepang.

Menurut Yuliani, program magang melalui jalur Disnaker tidak dipungut biaya. Setelah dinyatakan lolos di tingkat pusat oleh Kementerian Ketenagakerjaan, seluruh biaya selama magang di Jepang akan ditanggung oleh perusahaan penerima.

Selain melalui Disnaker, masyarakat juga dapat mengikuti program magang ke Jepang melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Saat ini terdapat 40 LPK terdaftar di Sumatera Utara, namun hanya 11 di antaranya yang memiliki kewenangan memberangkatkan peserta ke Jepang.

Melalui jalur ini, peserta menanggung biaya sekitar Rp42 juta yang mencakup biaya pelatihan, keberangkatan, dan pembelajaran bahasa Jepang. Untuk membantu calon peserta, Disnaker Sumut tengah membahas kemungkinan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank Sumut.

“Kita berharap dari pinjaman ini anak-anak yang mau magang bisa berangkat ke Jepang, sehingga dapat membantu mengurangi angka pengangguran di Sumatera Utara,” ujarnya.

Program magang dinilai cukup efektif dalam menekan angka pengangguran di Sumatera Utara. Saat ini jumlah pengangguran tercatat sekitar 448 ribu orang, turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 458 ribu orang.

Pemerintah berharap peserta yang mengikuti magang di Jepang selama tiga hingga lima tahun dapat kembali ke Indonesia dengan keterampilan baru dan mampu mengembangkan usaha di daerah.

Yuliani mencontohkan sejumlah alumni program magang Jepang yang telah kembali ke Sumatera Utara dan berhasil mengembangkan sektor pertanian, termasuk bekerja sama dengan kelompok tani di Tapanuli Utara untuk mengembangkan budidaya cabai.

Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi strategis dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. []

Editor: Redaksi

Media Online