EKONOMI & BISNISPEMERINTAHAN

Pemerintah Aceh Sidak Pasar, Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Stabil Jelang Idul Fitri

×

Pemerintah Aceh Sidak Pasar, Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Stabil Jelang Idul Fitri

Sebarkan artikel ini
Asisten Administrasi Umum dan Kepegawaian Sekda Aceh A. Murtala bersama jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh melakukan sidak harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Pagi Bukit Tempurung, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Sabtu (14/3/2026), guna memastikan stabilitas pasokan menjelang Idul Fitri 1447 H. Foto: Humas Disperindag Aceh

MITRABERITA.NET | Pemerintah Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Sidak tersebut dipimpin Asisten Administrasi Umum dan Kepegawaian Sekda Aceh A. Murtala yang mewakili Gubernur Aceh bersama jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh di Pasar Pagi Bukit Tempurung, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Aceh Tamiang, pada Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau langsung kondisi harga serta pasokan bahan pokok di pasaran yang biasanya mengalami peningkatan permintaan menjelang Hari Raya.

Dalam sidak tersebut, rombongan pemerintah meninjau sejumlah komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, tim juga berdialog langsung dengan para pedagang untuk mengetahui perkembangan harga serta kondisi distribusi barang di pasar.

A. Murtala menyampaikan bahwa pemantauan pasar merupakan langkah penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang stabil selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.

“Pemerintah Aceh ingin memastikan harga tetap terkendali dan pasokan bahan pokok mencukupi, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan menjelang hari raya,” ujarnya.

Selain dilakukan di Aceh Tamiang, kegiatan pemantauan pasar juga dilaksanakan secara bersamaan di sejumlah daerah yang menjadi indikator pengukur inflasi di Aceh. Daerah tersebut meliputi Lhokseumawe, Aceh Tengah, dan Aceh Barat.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Aceh dalam menjaga stabilitas harga, memastikan kelancaran distribusi bahan pokok, serta melindungi daya beli masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri.

Pemerintah juga akan terus melakukan pemantauan secara berkala untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga maupun kelangkaan bahan pokok di pasaran selama periode Ramadan hingga hari raya. []

Editor: Redaksi

Media Online