DAERAHTNI/POLRI

Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili di Linge Aceh Tengah Capai 45,5 Persen

320
×

Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili di Linge Aceh Tengah Capai 45,5 Persen

Sebarkan artikel ini
Personel TNI bersama teknisi melanjutkan pembangunan Jembatan Gantung Kalaili di Kecamatan Linge, Aceh Tengah, yang progresnya telah mencapai 45,5 persen, pada Senin 09 Februari 2026. Foto: Pendam IM

MITRABERITA.NET | Pembangunan Jembatan Gantung Kalaili di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Senin (9/2/2026), pembangunan jembatan yang menjadi akses vital bagi masyarakat pedalaman tersebut telah mencapai 45,5 persen.

Jembatan gantung sepanjang 100 meter itu dibangun untuk membuka sekaligus memperlancar konektivitas antarwilayah di kawasan pedalaman Aceh Tengah.

Kehadiran jembatan tersebut diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi, khususnya saat musim hujan dan kondisi cuaca ekstrem.

Jembatan Gantung Kalaili nantinya akan menghubungkan Desa Owaq dengan sejumlah desa di wilayah Kemukiman Wih Dusun Jamat, seperti Desa Linge, Jamat, Delung Sekinel, Kute Reje, serta Reje Payung.

Dengan terbangunnya jembatan tersebut, mobilitas masyarakat diproyeksikan meningkat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan sosial dan kesehatan.

Pembangunan jembatan dilaksanakan di bawah koordinasi Kodim 0106/Aceh Tengah dengan dukungan material dari TNI Angkatan Darat. Personel yang terlibat terdiri dari anggota Koramil 05/Linge, Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 854/DK, serta Kompi B Yonif 114/Satria Musara.

Seluruh personel bekerja secara terpadu bersama teknisi lapangan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan memenuhi standar keamanan konstruksi.

Sejauh ini, pekerjaan abutmen jembatan telah rampung dan dilakukan pengecoran. Selain itu, tiang tower atau pilon pada titik satu di sisi kanan dan kiri jembatan juga telah berhasil didirikan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam menopang struktur utama jembatan sebelum memasuki pekerjaan lanjutan.

Pada tahap pekerjaan terbaru, personel TNI bersama teknisi melaksanakan pengelasan glagar antar pilon menggunakan material UNP 100, pemindahan besi hanger menuju titik pekerjaan, serta pembersihan sisa material pengelasan guna menjaga keselamatan kerja dan kerapian area proyek.

Danramil 05/Linge, Lettu Inf Muklis, menyampaikan bahwa tantangan utama pembangunan jembatan terletak pada proses distribusi material tower yang harus dilangsir melalui medan sulit dengan jarak cukup jauh, khususnya dari titik satu menuju titik dua.

“Namun berkat kerja sama dan semangat gotong royong seluruh personel TNI serta dukungan berbagai pihak, pembangunan Jembatan Gantung Kalaili tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan selesai pada Februari 2026,” ujarnya, Selasa 10 Februari 2026.

Pembangunan jembatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga Desa Jamat, Abdul Rahman, mengaku bersyukur atas pembangunan infrastruktur tersebut karena akan sangat membantu aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Selama ini kami harus memutar cukup jauh untuk menuju desa sebelah, apalagi saat musim hujan. Kalau jembatan ini selesai, akses jadi lebih mudah, anak-anak ke sekolah lancar, dan hasil kebun bisa lebih cepat dibawa ke pasar,” ungkapnya.

Dengan terus berjalannya pembangunan Jembatan Gantung Kalaili, diharapkan konektivitas antar desa di Kecamatan Linge semakin meningkat. Infrastruktur ini juga diyakini mampu mempercepat pembangunan wilayah pedalaman sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan dasar. []

Media Online